7 Atlet Paragames Asal Karanganyar Diapresiasi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sebanyak tujuh atlet berkebutuhan khusus asal Kabupaten Karanganyar mendapat apresiasi Pemkab Karanganyar. Mereka disemangati agar mendulang prestasi gemilang di Asean Paragames X yang akan berlangsung di Filipina pada Januari 2020.

“Mereka berangkat atas nama Indonesia. Namun karena berdomisili di Kabupaten Karanganyar, maka kami beri semangat dan perhatian khusus,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada wartawan usai memberikan uang saku ke tujuh atlet tersebut di pendopo rumah dinasnya, Jumat (13/12).

Tujuh atlet penyandang disabilitas itu adalah penyandang tuna daksa di cabor atletik yakni Mulyono, Ammar Huzhaifah, dan Nanang Setiawan. Lalu Wagiyo (tuna daksa) di paracycling, Sri Sugiyanti (tuna netra) di goalball, Suryo Nugroho (tuna daksa) di bulu tangkis dan Murdiyan (tuna daksa) di volly duduk.

“Yang kami berikan ini tidak seberapa dibanding perolehan bonusnya. Yang kemarin saja, mungkin belum habis. Ada yang memperoleh emas di tahun lalu,” jelasnya.

Juliyatmono memprediksi performa mereka di Asean Paragames X tetap unggul. Bahkan, mereka akan melawan rekan sendiri karena lawan asal negara lain bertumbangan.

Sementara itu di kesempatan sama, Pemkab Karanganyar menyerahkan bonus 180 atlet berprestasi di POPDA 2019 dengan perolehan 15 emas 14 perak dan 45 perunggu, atlet peraih juara di POSPEDA 2019 dengan perolehan 1 perak dan 1 perunggu serta bantuan pembibitan olahraga ke 120 atlet, 15 pelatih dan 7 olahraga unggulan. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Titis Sri Jawoto mengatakan juara 1 tingkat provinsi berhak Rp 1,5 juta, juara II Rp 1,250 juta dan juara III Rp 1 juta.

“Adapun bagi atlet yang masuk program pembibitan, bantuannya uang saku Rp 15 ribu tiap latihan. Pelatih Rp 25 ribu selama 3,5 bulan. Tahun depan, jumlah bantuannya sama, yakni 150 juta selama delapan bulan,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI