7 Kelas Ikuti Pembelajaran Seni

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Para seniman senior di Solo, Yogyakarta dan sekitarnya memandu bakat anak-anak dan remaja dalam workshop aplikasi pentas yang berlangsung di sejumlah venue pada 27-31 Oktober 2020. Bidang seni yang dipandu seperti musik keroncong, perkusi, lagu dolanan, mewarnai wayang, bermain bayang-bayang, tari, teater dan konten kreatif.

“Berawal dari obrolan dengan komunitas congwaydut, dibahas bagaimana mewariskan seni ke anak-anak sekarang. Pertama kali adalah menumbuhkan bakat perwayangan. Sekarang kita masih tahu apa itu wayang dan bisa menyaksikannya. Namun jika tidak ada transfer ilmu ke generasi selanjutnya, bagaimana wayang dilestarikan?” kata Joko Dwi Suranto, Ketua Komunitas Seniman Karanganyar sekaligus pembina kegiatan tersebut kepada wartawan usai pembukaan workshop di Gedung PGRI Karanganyar, Selasa (27/10/2020).

Workshop hasil kerjasama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemkab Karanganyar tersebut menggandeng para seniman senior selaku mentor seperti komponis perkusi Joko Winarko atau Joko Porong, ki dalang Cahyo Kuntadi, penabuh kendang ternama Denco Jaiplo dan ki dalang Dwi Suryanto alias Gendut.

“Juga ada mentor teater, keroncong dan sebagainya dari praktisinya langsung. Tujuh kelas itu masing-masing berisi 20 peserta usia SD sampai SMA,” katanya.

Workshop diisi talkshow yang menghadirkan seniman keroncong Endah Laras, Dalang Wayang Urban Nanang HaPe dan para pejabat dari Kemendikbud. Lebih lanjut dikatakan, program tersebut sebenarnya digagas pada awal 2020. Adapun kerjasama dengan Kemendikbud bermuara pada pengisian materi berbagai bidang seni tersebut ke pelajaran muatan lokal di sekolah.

Workshop selama lima hari tersebut berlangsug di sejumlah venue antara lain Gedung PGRI, GOR RM Said, SMPN 1 Tasikmadu, SMPN 1 Karanganyar, SDN 1 dan 2 Suruh, SMPN 4 Karanganyar dan Sanggar Ponco Wigati.

“Para seniman senior diharapkan memantik bakat mereka sekaligus menggiringnya untuk berkolaborasi. Misalnya pada Congwaydut yang mengolaborasikan aliran musik. Lalu ada wayang hip hop,” katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI