8.911 Penduduk Hambat Penentuan DPS Pemilu

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Karanganyar meragukan data administrasi kependudukan 8.911 warganya. Akibatnya, data ribuan warga tersebut ditunda masuk ke Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilbup dan Pilgub 2018.

"Ketahuan saat coklit (pencocokan dan penelitian) kemarin. Dianggap meragukan dari kepemilikan KTP elektroniknya (e-KTP)," kata Kepala Disdukcapil Karanganyar, Suprapto. 

Penduduk berhak pilih namun tak bisa menunjukkan e-KTP saat home visit coklit merupakan salah satu penyebab. Kemudian, jika memiliki nomor induk kependudukan (NIK) ganda.  "Kasus ganda NIK biasanya ditemui pada perantau. Terdaftar di kotanya bekerja, namun juga punya status penduduk di kampung halamannya," katanya. 

Selanjutnya, warga berkategori print ready record (PRR) alias siap rekam e-KTP namun tak kunjung menunaikannya. Ada pula yang mengandalkan surat keterangan (suket) kependudukan namun tak segera mencetak e-KTP. 

Ditemukan pula data kependudukan tidak valid karena tidak terdapat di sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Dari 8.911 data penduduk yang meragukan, 2.700 diantaranya belum rekam e-KTP sama sekali. (Lim)

BERITA REKOMENDASI