8 Puskesmas di Sragen Krisis Tenaga Dokter

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Sebanyak 8 Puskesmas di Kabupaten Sragen diketahui mengalami krisis tenaga medis dan dokter. Bahkan, 5 Puskesmas di antaranya, sejauh ini samasekali belum memiliki dokter gigi dan tiga Puskesmas lainnya masih kekurangan dokter umum.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, Hargiyanto Selasa (25/7) mengungkapkan, tiga Puskesmas yang kekurangan dokter umum masing-masing Puskesmas Sukodono, Gesi dan Mondokan. Sedangkan
Puskesmas yang belum memiliki dokter gigi yakni Puskesmas Masaran 2, Puskesmas Jenar, Puskesmas Plupuh 2 dan Mondokan. 

Menurut Hargiyanto, total Puskesmas di Sragen adalah sebanyak 25, dan yang kurang dokter umum ada tiga Puskesmas. Untuk kebutuhan dokter umum, mengacu ketentuan, mestinya di setiap Puskesmas harus ada dua dokter umum. Sementara di lima Puskesmas itu hanya memiliki satu dokter umum.

Sedangkan untuk dokter gigi, mestinya setiap Puskesmas minimal ada satu dokter gigi. Karena belum ada, untuk sementara pelayanan poliklinik gigi di lima Puskesmas itu diampu oleh dokter gigi dari Puskesmas terdekat dengan jadwal pelayanan satu kali sepekan. Perihal krisis tenaga medis itu, Hargiyanto mengatakan nantinya kemungkinan akan dilakukan rekrutmen dengan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di masing-masing Puskesmas. 

Status BLUD penuh yang sudah diraih di semua Puskesmas pada Mei lalu, memberi peluang bagi setiap Puskesmas untuk melakukan rekrutmen tenaga dan kebutuhannya secara mandiri. "Karena kalau mengharapkan rekrutmen PNS belum ada kejelasan. Sehingga solusinya nanti direkrut dari anggaran BLUD," jelasnya.

Selain tenaga dokter, lanjutnya, yang penting juga adalah ketersediaan sopir ambulans. Karena saat ini masih banyak Puskesmas yang baru punya satu sopir. Padahal idealnya sopir nggak

mungkin bertugas 24 jam penuh. Kapan rekrutmen digelar, Hargiyanto menyampaikan saat ini masih menunggu Peraturan Bupati (Perbup) soal rekrutmen tenaga BLUD yang kini tengah dalam proses. Ia berharap sebelum akhir tahun 2017, rekrutmen tenaga di atas sudah bisa digelar. (Sam)

BERITA REKOMENDASI