9.180 Pelaku UKM Dapat Bansos Tunai

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sebanyak 9.180 pelaku usaha warungan dan PKL memperoleh bantuan tunai yang disalurkan melalui Kodim 0727 dan Polres Karanganyar. Pemberian modal usaha tersebut bagian dari upaya pemerintah pusat memulihkan ekonomi nasional.

Dandim 0727/Karanganyar Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo mengatakan nilai bantuan Rp 1,2 juta per penerima. Pemberiannya utuh tanpa potongan. Seluruh biaya administratif yang muncul ditanggung satuan kerjanya.

“Diterima utuh. Harapannya, uang tersebut dipakai modal usaha. Supaya perekonomian lebih cepat pulih dan bangkit,” katanya kepada wartawa usai penyerahan secara simbolis bansos tunai itu di Makodim, Kamis (21/10/2021).

Ia menyebut proses panjang sebelum uang itu diterima para pelaku usaha. Selama tiga bulan terakhir, tim dari Kodim, Polres dan Disdagnakerkop UKM melakukan kroscek calon penerima bantuan. Yakni ber-KTP atau domisili Kabupaten Karanganyar dan belum pernah menerima bantuan keuangan apapun dari pemerintah. Tim mengandalkan verifikasi yang terkoneksi sistem terpusat dengan dilandasi NIK.

“Bagi yang pernah menerima langsung ketahuan. Maka, bantuan ini tidak boleh tumpang tindih. Foto calon penerima dan tempat usahanya penting. Sekaligus mengkroscek lapangan apakah benar-benar usahanya itu dijalankan,” lanjut Ikhsan.

Verifikasi yang membutuhkan waktu sampai tiga bulan lamanya, lanjutnya, menunjukkan keseriusan tim mengantisipasi salah sasaran. “Harus benar-benar berhak menerimanya. Bukan asal-asalan. Sehingga kita menelitinya memang butuh waktu. Sebenarnya keuangan negara sudah siap sejak lama,” katanya.

Data yang dihimpun Kodim Karanganyar, penyaluran di Makodim menyasar 3.680 pelaku usaha. Sedangkan yang disalurkan lewat Polres sebanyak 3.500 pelaku usaha.
Sementara itu ratusan calon penerima bantuan diundang mengambilnya secara tunai di Makodim.

Mereka dibagi kloter tiap desa. Per hari, ditarget mampu membayar ke 300-400 orang hingga akhir Oktober. Petugas terlebih dulu memasukkan NIK ke sistem verifikasi untuk memastikannya layak menerima uang bantuan. Ikhsan mengakui pemakaian bantuan itu lepas dari pengawasan, namun ia meyakini masyarakat penerimanya membelanjakan untuk kebutuhan usaha.

“Mereka benar-benar membutuhkan permodalan. Tidak mungkin ke yang lain karena kami sudah memastikannya di palangan,” katanya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan pemulihan ekonomi menjadi bagian dari penanganan Covid-19 selain memutus mata rantai penularan. Ia mengatakan sebenarnya bantuan itu bisa saja diberikan saat PPKM darurat. Namun hal itu kurang bijak.

“Saat PPKM darurat fokus membatasi kegiatan masyarakat. Mereka dianjurkan berada di rumah. Kebutuhannya pangan, maka diberikan logistik. Kalau langsung diberi uang, maka malah kurang tepat. Nah, saat ini uang itu baru diberikan ke pelaku UKM seperti PKL dan pengusaha warung kelontong. Harapannya menambah modal agar ekonomi bangkit segera,” katanya.

Seorang penerima bansos tunai asal Popongan, Suparni (70) mengatakan baru kali ini mendapat bantuan dari pemerintah Rp 1,2 juta. Selama ini dirinya yang menjajakan jamu gendong keliling tak pernah tersentuh bantuan sama sekali. Dalam sehari, ia mengaku hanya mengantongi untung berjualan jamu Rp 20 ribu-Rp 25 ribu.

“Saya enggak punya rekening jadi tidak bisa dapat BLT pelaku usaha. Saya juga enggak tahu nyari bantuan kemana. Tapi dari koramil mengundang saya kesini untuk menerima uang. Alhamdulilah. Semoga berkah,” kata lansia itu. (Lim)

BERITA REKOMENDASI