900 Desa Bermasalah Kelola Dana Alokasi

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Sedikitnya ada 900 desa ditengarai bermasalah dalam mengelola dana alokasi desa (DAD) bantuan pemerintah pusat. Karena itu,Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Rl Eko  Putro Sandjoyo BSEE MBA  memperketat pencairan dana desa agar tidak menimbulkan jeratan hukum bagi kalangan Kades maupun perangkat desa (Perdes) yang terlibat.

Selain dalam rangka menghadiri Harlah Ponpes Gani Tirta Sari Tirtomoyo Wonogiri, kunjungan tersebut juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Bupati Wonogiri Joko Sutopo dengan Direksi Badan Urusan Logistik (Bulog)  Imam Subowo selaku Komisaris Utama PT Mitra Badan Usaha Milik Des (BUMDes) Nusantara di Pendapa Rumdin Bupati Wonogiri. 

Eko Putro Sandjojo, Kementerian DPDTT mulai tahun ini siap memberikan bonus DAD sebesar Rp 800 juta/desa jika desa tersebut bisa melaksanakan empat program yang ditetapkan Kementerian DPDTT. Empat program itu setiap desa harus membangun sarana olahraga desa senilai Rp 200-500 juta, membangun embung, membentuk BUMDes dan memiliki Produk Unggulan Desa (Prudes) serta Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Pruwades).

"Jika bisa melaksanakan 4 program kami desa akan mendapat tambahan dana Rp 800 juta, tapi jika tidak bisa ya tidak mendapat tambahan itu (Rp 800 juta)," tandas Menteri DPDTT sembari mengimbau para bupati atau Pemkab memberikan bimbingan dan arahan kepada desa untuk melaksanakan empat program itu. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI