ABG Nyaris Diperkosa Teman Facebook

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Seorang gadis asal Mojolaban Sukoharjo, B (15) berhasil lolos dari upaya pemerkosaan yang dilakukan teman kenalan Facebook. Pelaku asal Kebakkramat, P (20) berhasil ditangkap polisi setelah orangtua korban melaporkannya.

Kapolres Karanganyar AKBP M Syafi Maula mengatakan korban berpura-pura menuruti keinginan bejat pelaku. Saat lengah, korban langsung kabur dan bersembunyi. Setelah situasi dirasa aman, ia mencari pertolongan seorang warga.

Satu orang yang sedang berbelanja, malah ketakutan melihat kondisi korban. Ia mengira korban kurang waras karena tak mengenakan celana. Korban lantas berlari ke jalan raya mencari pertolongan. Di sana, korban diberi bantuan dan dicarikan orangtuanya.

“Korban itu berhasil melepaskan diri. Lalu mencari pertolongan,” katanya dalam gelar barang bukti kasus tersebut di Mapolres, Senin (01/11/2021).

Diceritakannya, korban mengawali perkenalan ke pelaku lewat Facebook pada dua bulan sebelum peristiwa itu. Lantas, keduanya sepakat untuk bertemu pada Sabtu malam (30/10/2021).

Korban meminta ibundanya mengantarkan ke tempat yang disepakati sekitar pukul 18.00 WIB. Korban beralasan ingin bertemu temannya. Tanpa menaruh rasa curiga, sang ibu memboncengnya ke lokasi tersebut kemudian meninggalkannya sambil berpesan supaya segera pulang setelah urusan selesai.

Tiba saatnya ia dijemput pelaku menggunakan sepeda motor, keduanya mengobrol sejenak. Lalu berboncengan dan keliling kota. Saat di sebuah areal persawahan di bawah jembatan tol Desa Kebak, Kebakkramat, pelaku mulai memaksa korban melayani nafsu bejatnya. Ia bahkan menyakiti korban agar tunduk. Ponsel milik korban juga dirampas supaya ia tak meminta bantuan.

Kapolres mengatakan, laporan dari orangtua korban langsung ditindaklanjuti dengan penangkapan pelaku. Polisi menyita pakaian pelaku maupun korban untuk barang bukti. “Tak sampai 24 jam, pelaku diringkus,” katanya.

Kasus tersebut mendapat atensi aparat perlindungan perempuan dan anak (PPA) polres. Pelaku diancam pasal 76 UU no 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun. (Lim)

BERITA REKOMENDASI