Absen Elektronik, Kinerja ASN Tetap Akan Dievaluasi

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo akan melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN) setelah diberlakukan absen elektronik sidik jari atau fingerprint. Salah satu yang disorot yakni berkaitan dengan kedisiplinan dan pelayanan terhadap masyarakat. Apabila ditemukan pelanggaran maka sanksi tegas tetap akan diberikan tidak hanya pemotongan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) namun sampai pemecatan.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Rabu (9/1) mengatakan, kinerja ASN tidak hanya dilihat dari sisi absensi saja melainkan juga secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karenanya perlu dilakukan pengawasan bersama dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pimpinan OPD memiliki tanggungjawab penuh atas kinerja para pegawainya.

"Bukan sesudah ASN absen sidik jari lantas kinerja menjadi loyo dan pelayanan pada masyarakat tidak maksimal. ASN harus bertanggungjawab penuh atas kerja yang jadi tugasnya dan tidak kalah penting pimpinan OPD tanggungjawabnya lebih besar mengawasi pegawainya," ujarnya.

Kinerja ASN dijelaskan bupati sudah diatur dalam ketentuan kepegawaian negara. Peraturan itu seperti terlihat pada jam masuk dan pulang kerja. ASN tidak boleh melakukan pelanggaran karena sanksi yang diberikan sangat berat.

"Kerja ASN sudah ada tolok ukurnya dalam analisis jabatan jadi tidak boleh sembarangan. Pekerjaan yang jadi bebannya harus dikerjakan dan jangan diabaikan," lanjutnya.

Bupati menyambut baik atas perubahan sistem yang diterapkan dalam absensi ASN di Pemkab Sukoharjo dari manual ke elektronik. Perubahan diharapkan bisa membawa dampak baik bagi kinerja pegawai. Sebab absen dirubah dari tandatangan menjadi sidik jadi. Sistem tersebut sudah diterapkan dan tidak bisa dimanupulasi.

"Kalau absen tandatangan itu masih ada kemungkinan kecurangan dengan titip ke pegawai lain. Tapi sekarang sudah sidik jari maka ASN wajib datang sendiri," lanjutnya.

Evaluasi akan dilakukan Pemkab Sukoharjo dengan melihat pelaksanaan absen elektronik sidik jari. Materi yang akan ditekankan berkaitan dengan kinerja dan disiplin pegawai. Apabila ditemukan pelanggaran maka sanksi akan diberikan sesuai dengan tingkat atau jenis kesalahan yang dilakukan. Hukuman yang diberikan mulai teguran lisan sampai pemecatan dengan tidak hormat bila pelanggaran sangat berat.

"Karena menjadi sistem atau program baru maka masih terus dipantau perkembanganya. Evaluasi dilakukan berkaitan dengan alat apakah ada masalah dan juga terhadap ASN itu sendiri bagaimana dalam pelaksanaanya. Sebab ASN tidak hanya bekerja di kantor Pemkab Sukoharjo saja tapi menyebar di kantor dinas sampai di desa dan kelurahan," lanjutnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Sukoharjo Joko Triyono mengatakan, perubahan absen untuk ASN secara resmi sudah dirubah Pemkab Sukoharjo terhitung 1 Januari 2019 untuk semua posisi jabatan pegawai negeri dari manual tandatangan kertas menjadi elektronik sidik jari. Semua ASN wajib mengikuti aturan tersebut karena menjadi kebijakan Pemkab Sukoharjo termasuk pemerintah pusat.

Sebelum resmi diterapkan Januari 2019 ini Pemkab Sukoharjo sudah pernah mengenalkan alat absensi sidik jari dibeberapa organisasi perangkat daerah (OPD) pada Juni 2018 lalu. Selanjutnya ujicoba dikembangkan lebih banyak hampir disemua OPD di Pemkab Sukoharjo pada Desember 2018. 

Ujicoba dilaksanakan sebagai bagian dari kesiapan penerapan alat yang akan dipakai untuk absen elektronik sidik jari. Bentuk kesiapan seperti melakukan rekam data terhadap semua ASN khususnya sidik jari. Selain itu juga untuk sosialisasi menyiapkan pegawai merubah sistem absen dari manual tertulis kertas menjadi elektronik.

Selama tahap ujicoba tersebut sempat mengalami beberapa kendala dihadapi baik peralatan maupun ASN. Seperti alat dimana mesin absen elektronik sidik jari sempat mengalami gangguan dan ASN belum terbiasa. Namun sekarang kendala tersebut sudah dibenahi agar pada saat resmi diterapkan tidak terjadi masalah.

"Penerapan absen elektronik sidik jari bagi ASN sangat baik karena menjadi lebih disiplin. Hal itu dilihat dari hasil absen setiap hari. Selain wajib absen para ASN juga harus mengikuti apel pagi," ujarnya.

Dalam penerapan absen elektronik sidik jari juga terkoneksi dengan handphone para ASN. Nantinya bila pegawai sudah melakukan absen maka bisa langsung diketahui. Termasuk juga bila pegawai tidak absen atau justru bolos kerja akan tercatat di mesin. (Mam)

BERITA REKOMENDASI