Ada Broker di Rekrutmen Perawat RSUD Sragen

SRAGEN, KRJOGJA.com – Bupati dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengendus adanya permainan broker dan makelar dalam rekrutmen tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen. 

Sejumlah oknum makelar yang mencatut nama bupati serta wakil bupati (wabup) bahkan berani meminta uang hingga puluhan juta rupiah dengan dalih bisa mengusakan pendaftar diterima sebagai pegawai RSUD.

Yuni meminta agar para pendaftar tidak mempercayai janji oknum tersebut dan dipastikan proses rekrutmen terbuka dan tidak ada titipan. "Jangan percaya kalau ditawari bisa lolos menjadi pegawai RSUD dan dimintai sejumlah uang. Bahkan kalau sampai Direktur RSUD 'bermain', akan saya sikat," tegas Yuni ditemui wartawan, Rabu (31/1).

Menurut Yuni, jumlah pendaftar dalam rekrutmen pegawai RSUD ini ternyata cukup banyak, yakni 1.300 pendaftar. Padahal, jumlah formasi yang dibutuhkan hanya 139 untuk tenaga perawat medis semua. "Saya juga tidak tahu ternyata pendaftarnya sangat banyak. Kami kerjasama dengan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo untuk proses seleksi pendaftar," jelasnya.

Banyaknya jumlah pendaftar tersebut, diakui Yuni, lantas menjadi kesempatan para broker dan makelar yang mengaku kenal dengan bupati, wabup, atau sekda untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Modusnya mengaku bisa meloloskan pendaftar dengan syarat menyetor sejumlah uang tentunya. "Padahal kami tidak pernah meminta uang sepeserpun dalam berbagai rekrutmen. Kalau ada yang ditawari, kami pastikan itu tidak benar," tandasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI