Ada Rumah Singgah, Berharap ADHA Tak Terusir Lagi

SOLO,KRJOGJA.com – Belasan anak positif tertular Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) yang selama ini sering terusir, sedikit boleh bernafas lega. Pasalnya, Kementerian Sosial (Kemensos) akan memfasilitasi pembangunan rumah singgah, di sekitar Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Jurug, yang dibiayai dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta.

Direktur Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial, dan Korban Perdagangan Orang, Kemensos, Sonny W Manalu menjawab wartawan, di Balaikota, Rabu (14/6/2017), mengungkapkan, selama ini relawan yang mengasuh Anak Dengan HIV/AIDS (ADHA), harus berpindah-pindah rumah kontrakan untuk menampung mereka, sebab belum memiliki tempat sendiri. Untuk mencari rumah kontrakan pun, hampir selalu menghadapi kesulitan, karena memperoleh penolakan dari warga sekitar, dengan dalih takut tertular.

Ini cukup memprihatinkan, ujarnya, yang sebenarnya hanya karena kekurangpahaman masyarakat terhadap virus HIV/AIDS. Padahal, virus HIV/AIDS tak akan menular hanya saling berinteraksi dalam pembicaraan, ataupun bahkan makan bersama. "HIV/AIDS hanya dapat menular melalui hubungan seksual atau lewat jarum suntik," ujarnya, sehingga masih diperlukan kampanye terus menerus seputar virus HIV/AIDS.

Karenanya, rencana lokasi pembangunan rumah singgah bagi ADHA, mempertimbangkan aspek lingkungan dengan memilih tempat yang agak berjauhan dengan permukiman penduduk. Atas usulan Walikota Solo, FX hadi Rudyatmo, sementara ini dipilih lokasi di sekitar TMP Kusuma Bhakti Jurug yang relatif jauh dari kawasan permukiman penduduk. Meski begitu, sebelum pembangunan dilaksanakan, tetap dilakukan sosiaalisasim, guna menghidnari kemungkinan penolakan, sehingga upaya menangani ADHA menjadi sia-sia.

Rumah singgah bagi ADHA, diproyeksikan mampu menampung 30 anak dengan fasilitas pendukung realtif lengkap, diantaranya kamar tidur yang representatif, area bermain, aula, ruang masaka dan makan yang higeinis, ruang visit, ruang kesehatan, dan sebagainya. Dalam hal ini, Pemkot Solo menyiapkan lahan sekitar 2 ribu meter persegi.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Yulistianto, menyebutkan, lahan yang akan digunakan untuk rumah singgah ADHA berstatus Hak Pakai (HP) atas nama Pemkot Solo. Penyediaan rumah singgah bagi ADHA, menurutnya, sebagai bentuk perhatian pemkot Solo terhadap anak-anak yang kurang beruntung itu hanya karena tertular orang tua masing-masing. Kasihan, jika mereka harus berpindah-pindah dan acapkali memperoleh penolakan dari warga sekitar, sehingga memang diperlukan tempat khusus agar mereka dapat menjalani hidup dengan nyaman dan menyenangkan.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI