Ada Tol Soker, Sragen Melawan ‘Kota Mati’

SRAGEN (KRjogja.com) – Keberadaan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) diyakini tidak akan membuat Kabupaten Sragen menjadi kota mati karena hanya menjadi daerah perlintasan saja. Justru tol yang menjadi bagian dari Trans Jawa ini harus mampu menjadi daya tarik dan nilai tambah.

Apalagi Sragen nantinya bakal mendapatkan tambahan satu pintu tol di Sambungmacan yang berbatasan dengan Jawa Timur, melengkapi pintu tol utama di pertigaan Pungkruk Sidoharjo. Tentunya dibutuhkan kreativitas dan inovasi bersama agar perekonomian Sragen tetap meningkat.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sragen, Budiono Rahmadi kepada wartawan Rabu (27/7/2016) mengatakan, jika nantinya tol Soker sudah beroperasi, jarak Solo ke Surabaya dan Jakarta tidak menjadi masalah karena hanya bisa ditempuh beberapa jam saja. Diperkirakan mobilitas warga yang menggunakan jalan darat juga akan bertambah dengan adanya jalan bebas hambatan terpanjang ini.

Menurut Budiono, ini ada peluang yang harus ditangkap warga Sragen dengan membuka berbagai usaha baru. Salah satu yang mungkin bisa dilakukan adalah membangun rest area atau tempat istirahat yang memiliki ciri khas asli Sragen. Di dalamnya juga bisa ditampilkan berbagai kuliner dan hasil dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khas Sragen serta potensi lain.

Adanya berbagai daya tarik di rest area itu, jelas Budiono, bisa dijadikan sebagai tempat berbelanja yang terintegrasi dengan tempat istirahat. Apalagi Sragen memiliki berbagai potensi dan keunggulan yang bisa dijual dan bahkan khas. "Sragen harus inovatif dan kreatif, manfaatkan keberadaan tol Soker agar lebih moncer. Jangan kemudian pesimistis Sragen akan jadi kota mati," jelasnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI