Ada yang Sesak Napas di Dalam Pesawat

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Sebanyak tujuh jemaah haji asal kloter 20 Kabupaten Karanganyar langsung ditangani petugas medis begitu tiba di debarkasi Donohudan Boyolali, Minggu (26/9/2016) malam. Dua diantaranya dirujuk ke RS setempat sedangkan lima lainnya ditangani petugas medis di debarkasi.

"Ada dua yang sudah sepuh. Sudah sulit bernapas sejak di pesawat. Petugas haji meminta penanganan khusus untuk dikirim ke RS," kata Kasi Haji dan Umrah Kementrian Agama (Kemenag) Karanganyar, Museri kepada KRjogja.com, Senin (26/9/2016).

Sedangkan lima jemaah lainnya langsung ditangani petugas medis di ambulans yang sudah siap di debarkasi. Meski mereka tidak perlu dirujuk ke RS, namun keluarga penjemput diinformasikan ihwal situasi tersebut supaya menyiapkan diri.

Total terdapat 351 jemaah asal kloter ini tiba di debarkasi Donohudan pada Minggu (25/9/2016) pukul 21.36 WIB. Satu jemaah dari kloter ini bernama Tini Diro Sentono warga Dusun Beji, Tawangmangu wafat di Tanah Suci.

Sebelum pulang ke kampung halaman, kedatangan para jemaah disambut hangat forkopimda seperti Bupati Juliyatmono, Wabup Rohadi Widodo dan para pejabat lainnya.

"Selamat datang kembali semoha amal ibadah diterima Allah SWT. Silakan berkumpul kembali dengan keluarga. Saya tak akan berlama-lama karena panjenengan semua pasti lelah," kata Bupati.

Sambutan singkat itu menandai pulangnya ratusan jemaah ke kampung halaman dengan diantar delapan bus, yakni enam unit ke Karanganyar Kota dan dua bus ke Colomadu.

Tercatat tiga orang jemaah haji susulan di kloter 49 yang akan tiba di Tanah Air pada Sabtu (8/10/2016) dini hari. Serah terima ke keluarganya didampingi petugas Kantor Kemenag Karanganyar di debarkasi. Sedangkan pemulangan 116 jemaah haji kloter 56 pada Senin (10/10/2016) memakai cara serupa kloter 20. Di kloter 56 terdapat 37 jemaah asal Gondangrejo dan 79 jemaah di luar kecamatan itu. (R-10)

BERITA REKOMENDASI