Adminduk 8.911 Warga Meragukan, Rekam Data Calon Pemilih Dilakukan Khusus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar membuka loket perekaman data administrasi penduduk (adminduk) khusus bagi calon pemilih dalam pemilu kepala daerah serentak, hingga hari pencoblosan 27 Juni 2018. Tercatat sebanyak 8.911 calon pemilih potensial mengalami problem administrasi yang menyulitkannya menggunakan hak memilih.  

"Sampai hari H coblosan akan buka perekaman data. Pemohon KTP diberi surat keterangan dulu yang fungsinya sama dengan KTP elektronik, supaya bisa mencoblos," kata Kepala Disdukcapil Karanganyar, Suprapto kepada KRJOGJA.com, Minggu (25/3/2018).

Ribuan warga bermasalah adminduk itu perlu secepatnya mengurus ke kantornya. Banyak jenis problem seperti kependudukan ganda, belum mencetak KTP elektronik alias hanya berbekal surat keterangan (suket) kedaluwarsa, genap 17 tahun tapi belum merekam data, belum merekam data KTP elektronik dan hanya berbekal KTP lama. Hasil pemilahannya, terdapat 2.700 warga potensial memilih tak memiliki tanda pengenal sah.

"Ini diundangi lagi. Suruh rekam KTP. Minimal punya suket apabila blanko KTP elektronik habis. Penyisiran dilakukan," katanya.

Sementara itu, Komisi Pemiluhan Umum (KPU) melakukan uji publik daftar pemilih sementara (DPS) pemilu gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah dan bupati-wakil bupati Karanganyar mulai Sabtu (24/3) hingga Senin (2/4). DPS itu berisi nama 684.901 pemilih sementara.
Pemasangannya di kantor kelurahan, balai desa maupun lokasi strategis. Selama uji publik, masyarakat dipersilakan mengecek dan mengoreksinya. Hasil uji publik yang melibatkan RT, RW, kepala keluarga (KK) dan tokoh masyarakat tersebut, akan menjadi bahan untuk menetapkan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) pada April mendatang.

"PPS (panitia pemungutan suara) desa bertugas meng-collect respons masyarakat. Kemudian akan diumumkan lagi untuk perbaikan DPS pada 3-7 April," kata Anggota Komisioner KPU Karanganyar Bidang Keuangan dan Logistik, Triastuti Suryandari.

Ia menyadari pemilih pemilu tercecer dari data akan muncul lagi seiring dinamika kependudukan. Bahkan dimungkinkan terjadi usai DPT ditetapkan. Pemilih yang tercatat di luar DPT akan dimasukkan ke daftar pemilih tambahan (DPTb) yang hanya boleh mencoblos antara pukul 12.00 WIB-13.00 WIB.

Terkait pengurusannya, mereka dipersilakan mendatangi kantor dinas kependudukan."Sudah enggak bisa lagi mengurus di kelurahan. Langsung saja kantor Disdukcapil karena yang berhak menerbitkan surat keterangan maupun KTP elektronik di sana," katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI