‘Keplek Ilat’ Menggairahkan Kembali Pujasera di Karanganyar

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Sajian aneka kuliner di pusat jajanan serba murah (pujasera) Cangakan memantik minat mengunjungi destinasi wisata alternatif di koridor perkotaan. Menu-menu khas dan kreasi anyar terhidang dalam kemasan hiburan rakyat.

Belasan menu spesial bisa langsung dinikmati di satu tempat, dari biasanya harus mendatangi penjualnya di berbagai lokasi wisata. Seperti ayam panggang jawa Mbok Cimplek, sate ayam dan kelinci Tawangmangu, pecel ndeso iwak kali Bu Dwi, soto rempah, nasi tumpeng dan sebagainya. Selain itu kreasi ibu-ibu darma wanita Karanganyar melengkapi selera seperti ketan lawu warisan kanjeng ratu.

Di perhelatan tahun kedua ini, Festival Kuliner Intanpari menggandeng para juru masak profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) untuk mendemonstrasikan pembuatan menu kreasi daging dan sayuran. Sedikitnya puluhan stan kuliner hadir di Pujasera Cangakan mulai Kamis-Sabtu (22-24/12/2016).

Siapa pun dipersilakan memanjakan lidah atau ‘keplek ilat’ bersama keluarga sambil menikmati waktu senggang di akhir pekan. Lantunan tembang kenangan hingga hits suguhan berbagai orkes musik siap mendampingi mulai pukul 10.00 WIB-22.00 WIB.

“Diikuti 75 stan food bazar dan demo masak dari organisasi wanita, rumah makan, hotel dan UMKM di Karanganyar. Ini untuk menggairahkan kembali kuliner di Pujasera Cangakan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Larmanto kepada KRjogja.com, Jumat (23/12/2016).

Pengunjung festival bebas menikmati menu di pelataran pujasera maupun di jalan raya yang sengaja ditutup untuk bazar. Harga tiap menu lumayan murah, tak sampai membuat kantong bolong. Misalnya seporsi ketan susu duren Rp 10 ribu dan ketan susu strawberry Rp 7.500.

Menu jajajan anyar kreasi Erni Rejeki ini nantinya dapat dijumpai di kantin Edupark Tasikmadu. Sedangkan sate kelinci khas Tawangmangu sekitar Rp 15 ribu per porsi. Jika masih kurang puas, pengunjung dipersilakan menikmati gratis 1.000 porsi tumpeng saat pembukaan dan 2.500 tiket wedangan dengan nominal voucer Rp 10 ribu.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menjanjikan festival kuliner ini tak mengecewakan. Berbagai menu tradisional tersaji murah di tempat yang representatif. “Mempertegas Karanganyar menjadi kota destinasi wisata menarik. Termasuk rujukan kuliner,” jelasnya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI