‘Punakawan’ Galang Dana Sosial Tragedi Rohingya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penggalangan dana kemanusiaan peduli Rohingya dikemas menarik oleh komunitas Pejuang Sosial Community (PSC) di car free day (CFD) Karanganyar, Minggu (10/9/2017). Pengunjung ruang bebas asap kendaraan bermotor itu menyumbangkan donasinya sambil menikmati sajian musik angklung dan joged bersama Semar, Gareng dan Petruk.

Para anggota komunitas berkostum tokoh jenaka wayang orang itu mengedarkan kotak sumbangan bertuliskan ‘aksi solidaritas kemanusiaan peduli Rohingya-Dukaku Dukamu Duka Kita Semua’. Tak butuh waktu lama bagi relawan aksi mengumpulkan pengunjung CFD di lokasi penggalangan dana di depan markas Kodim 0727/Karanganyar. Aksi kocak punakawan yang diperankan Catur, Waris dan Tri Wardoyo ini menyuguhkan hiburan asyik diiringi irama dangdut aransemen orkes angklung Kasta Budaya Ngargoyoso.

Dalam aksi di depan markas Kodim itu, tak sedikit prajurit TNI ikut berkontribusi. Kotak sumbangan beredar tak hanya depan markas Kodim, namun juga menyebar di lokasi CFD sepanjang 3 kilometer mulai Papahan sampai buksiwaluh. Puluhan peserta aksi berjalan kaki dan bersepeda onthel mengedarkan kotak sumbangan. Komunitas sukarelawan ini juga mempersilakan siapa saja boleh berswafoto dengan punakawan maupun memesan lagu ke seniman angklung tanpa dipungut biaya.

“Ada 25 anggota Pejuang Sosial Community terjun langsung, ditambah 20-an siswa SMKN Ngargoyoso. Kami mengetuk hati masyarakat Karanganyar untuk membantu saudara kita warga Rohingya. Sumbangan yang terkumpul akan disalurkan melalui LazisMu,” kata penggerak aksi dari PSC, Marfuah Dwi Nuryanti kepada wartawan.

Tak butuh waktu lama puluhan kotak sumbangan berisi uang tunai, sejak aksi dimulai pukul 07.00 WIB. Wajah-wajah para sukarelawan tampak sumringah mengetahui uang terkumpul melebihi perkiraan.

“Dipersilakan masyarakat langsung mendonasikan ke lembaga-lembaga khusus penyalur bantuan ke Rohingya atau bisa menghubungi PSC,” katanya.

Seorang pengunjung CFD, Isti (25) bersama saudarinya mengaku terhibur aksi sosial itu. Secara pribadi, keduanya menginginkan konflik di Rakhine, Myanmar itu segera berakhir.

“Sedih juga melihat anak-anak teraniaya di sana. Semoga pemerintah Indonesia dan negara lain berhasil dalam diplomasinya ke pemrintah Myanmar,” kata gadis berjilbab ini. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI