Agen Bus Ketar-ketir, Pembukaan Trayek Baru Diprotes

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pembukaan trayek bus Jatipuro-Jabodetabek dan Bandung diprotes paguyuban agen bus antarkota antar provinsi (AKAP) di Kabupaten Karanganyar. Trayek tersebut dianggap mematikan usaha mereka yang sudah terlebih dulu memulai bisnis di terminal induk.

Protes tersebut disampaikan 25 pengusaha agen bus malam yang tergabung di Bismajaya dan Pabmasih Jaya, ke forum audiensi yang dihadiri Komisi A dan Komisi C DPRD Karanganyar serta Dishub PKP Karanganyar di ruang OR DPRD, Kamis (3/2/2022).

“Hasil kesepakatan antara Organda dengan Dishub dan Satlantas pada 2018 lalu bahwa yang diizinkan buka agen bus AKAP hanya di Terminal Tegalgede, Terminal Matesih dan Terminal Karangpandan. Adapun sub terminal di kecamatan lain itu mengoperasikan armada komuter menuju terminal induk. Nah, dengan adanya trayek Jatipuro-Jabodetabek dan Jatipuro-Bandung merubah tatanannya,” kata Koordinator Paguyuban Agen Bisma Jaya, Suhardono.

Sekadar informasi, trayek baru bus AKAP ke Jatipuro diresmikan Bupati Karanganyar Juliyatmono pada 23 Januari 2022. Pembukaan trayek tersebut menjawab permintaan warga perantau agar perjalanannya menuju kampung halaman dipermudah. Artinya, sekali jalan tanpa harus oper ke armada komuter.

Di wilayah Jatipuro dan sekitarnya merupakan kantung para pekerja rantau yang mencapai puluhan ribu jiwa. Selama ini, mereka pulang kampung dan pergi ke tanah rantau menggunakan jasa angkutan bus malam AKAP di terminal induk yang lumayan jauh jaraknya. Terminal induk itu hanya ada di wilayah kota Karanganyar, Matesih dan Karangpandan.

“Kami mendesak Pemkab menarik dan membatalkan trayek itu. Bus yang masuk ke daerah Jatipuro itu seharusnya mengangkut penumpang dari terminal induk. Bukan potong kompas seperti ini. Lagipula, jalan menuju Jatipuro dan sekitarnya tidak untuk bus spesifikasi high deck,” jelas Suhardono.

BERITA REKOMENDASI