Agen Diminta Tak Jual Elpiji ‘Melon’ ke ASN

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Agen sampai pengecer gas 3 kilogram dilarang menjual elpiji kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk dikonsumsi sendiri. Penjualan hanya boleh dilakukan kepada ASN untuk dijual lagi karena memiliki usaha sampingan perdagangan elpiji. ASN wajib menggunakan gas non subsidi seperti ukuran tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Jumat (02/03/2018) mengatakan, pada awal Tahun 2018 memasuki bulan ketiga distribusi dan stok gas 3 kilogram masih lancar dan melimpah. Belum ditemukan masalah sampai menyebabkan terjadinya kenaikan harga dan kelangkaan barang. Petugas sudah melakukan pemantauan dan evaluasi awal pada perdagangan elpiji tahun ini.

"Larangan terharap ASN menggunakan gas 3 kilogram sudah diterapkan sejak Tahun 2017  di Sukoharjo. Tahun 2018 tetap diberlakukan lagi untuk seterusnya. Dasar penerapan aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Pemerintah (PP)," jelas Sutarmo.

Sutarmo menjelaskan larangan penggunaan gas 3 kilogram tidak hanya ASN tapi juga orang atau tempat usaha besar atau mampu. Awal tahun ini pengawasan diperketat dan diharapkan temuan pelanggaran tahun lalu diharapkan tidak terulang.

"Dinas  melibatkan instansi lain seperti Hiswana Migas Surakarta dan Polres Sukoharjo dengan meminta agen, pangkalan dan pengecer untuk tidak melayani pembelian gas 3 kilogram dari ASN untuk dikonsumsi sendiri. Larangan diberlakukan karena sudah ada aturan elpiji bersubsidi hanya dipakai untuk masyarakat miskin." (Mam)

BERITA REKOMENDASI