Ahli Waris Laporkan RSUD Karanganyar Terkait Dugaan Laporan Palsu

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJogja.com – Ahli waris pasien RSUD Karanganyar melapor ke polisi atas dugaan pemberian keterangan palsu. Selain itu, mereka memprotes penanganan jenazah yang kurang pantas.

“Dalam surat kematian dari rumah sakit, meninggal 22 Oktober 2020 pukul 15.30 WIB. Kemudian dikubur pada 22 Oktober 2020 pukul 20.00 WIB. Dari rumah sakit langsung menguburnya tanpa disemayamkan di rumah duka. Lalu kami memperoleh surat keterangan dari RS bahwa bapak negatif Covid-19. Hasilnya keluar tanggal 24 Oktober. Pengambilan spesimen 23 Oktober sedangkan pengiriman spesimen 23 Oktober. Ini aneh sekali, tanggal 23 Oktober itu bapak sudah dikubur. Bahkan surat dari RS menyebut tanggal gejala pada 23 Oktober,” kata kuasa hukum keluarga pasien meninggal dunia, Asri Purwanti kepada wartawan, Senin (1/3).

Asri mengatakan kliennya bernama Putri Maelan Suci Rahmadani. Ayahanda putri bernama Suyadi Hadi Pranoto. Pada saat Suyadi masuk RSUD pada 22 Oktober pukul 03.15 WIB, ia belum mendapat bangsal perawatan hingga pukul 11.00 WIB. Pihak RSUD mengatakan Suyadi baru bisa mendapatkan perawatan jika masuk ruang isolasi Covid-19. Padahal keluarga meyakini Suyadi tidak terpapar virus itu.

Daripada tak tertangani, keluarga bersedia Suyadi masuk ruang isolasi dengan terlebih dulu menandatangani berkas. “Akhirnya masuk ke ruang Mawar. Di sana, per pasien ditunggu 1 orang. Kalau enggak salah ada delapan pasien. Namun kondisi Suyadi memburuk. Lalu meninggal dunia pukul 15.30 WIB,” katanya.

Di sini, keluarga menyayangkan penanganan terhadap Suyadi seakan kurang manusiawi. Mereka tidak mendapati jenazah dimandikan dan disalatkan. Selain itu, barang pribadi pasien tidak dikembalikan ke keluarga tapi ikut dibungkus bersama jenazah. Yakni jam tangan dan sejumlah uang tunai.

“Tuduhannya RSUD beri keterangan palsu ke keluarga pasien. Pasal yang disangkakan 263 ayat (1) KUHP,” katanya.

BERITA REKOMENDASI