Akhir Februari Penyaluran Rastra Terakhir 2018

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Penyaluran beras sejahtera (rastra) tahun 2018 akan disalurkan terakhir pada akhir Februari nanti. Selanjutnya pada Maret sebanyak 47.738 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sukoharjo akan membentuk Elektronika Warung Gotong Royong (E-Warong).

Kepala Gudang Bulog Telukan Grogol Sukoharjo Wisnu Sancoyo, Rabu (7/2) mengatakan, kuota rastra tahun 2018 hanya dua bulan yakni Januari dan Februari. Untuk kuota Januari sudah selesai semua disalurkan. Sedangkan kuota Februari masih menunggu jadwal dari pemerintah namun direncanakan akan digelar pada akhir bulan ini.

Penyaluran rastra terakhir tahun 2018 pada akhir Februari nanti sudah dipersiapkan Bulog Telukan Grogol. Beras siap di gudang dan akan segera disalurkan sesuai dengan jadwal.

"Sistem penyaluran rastra tetap sama disalurkan di balai desa. Terakhir Februari dan Maret sudah E-Warong," ujar Wisnu.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Sarmadi mengatakan, benar penyaluran rastra terakhir tahun 2018 akan dilakukan pada akhir Februari ini. Penyaluran masih menunggu jadwal resmi dari pemerintah. Setelah rastra selesai maka KPM di Sukoharjo akan mendapatkan ganti dalam program E-Warong.

"E-Warong diterapkan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sudah dilakukan persiapan khususnya data penerima dan pemetaan warung," ujar Sarmadi.

Untuk penerima E-Warong nantinya Dinsos Sukoharjo mengacu data lama sebanyak 47.738 KPM. Mereka merupakan penerima rastra di Sukoharjo sejak 2017 lalu.

“Data itu pakai data lama yang akan kami proses dalam verifikasi dan validasi (verval). Kenapa kami verval tujuanya agar bantuan tepat sasaran," lanjutnya.

Verval sedang dilakukan Dinsos Sukoharjo dan nantinya apabila sudah selesai akan diserahkan ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). 

“Apabila pada data awal kurang pas maka disetiap tahun akan dilakuakn dua kali verval. Semisal ada data warga orang mampu atau kaya masuk sebagai penerima bantuan. Maka akan dicoret pada proses verval. Begitupula sebaliknya,” lanjutnya.

Sarmadi menjamin, warga miskin akan menerima bantuan sesuai dengan kebijakan dari pemerintah pusat. “Kalau ada data yang tercecer maka bisa disusulkan. Kami juga melibatkan semua lini mulai dari bawah RT/RW, desa, kelurahan dan kecamatan. Termasuk juga tokoh masyarakat membantu memantau data,” lanjutnya.

Secara teknis bantuan yang akan diberikan kepada 47.738 KPM berbeda dibanding tahun lalu. Apabila di 2017 hanya diberikan rastra atau beras saja, maka direncanakan mulai Februari mendatang bantuan yang diberikan beragam seperti beras, minyak goreng, telur dan lainnya menyesuaikan kebutuhan warga penerima bantuan.

“Per KPM akan menerima voucher senilai Rp 110 ribu per bulan. Voucher ini untuk mengambil atau membeli barang bahan pokok di warung yang telah ditunjung dalam program E-Warong,” lanjutnya. Warung yang ditunjuk sebagai E-Warong sendiri merupakan tunjukan resmi dari pemerintah. 

Pengelola sendiri akan dilakukan oleh koperasi atau lembaga yang ditunjuk resmi oleh pemerintah. “Satu E-Warong akan melayani sebanyak 500 – 1.000 KPM. Jadi bisa saja dalam dua desa atau lebih akan didirikan E-Warong untuk melayani bantuan. Jumlah dan lokasi E-Warong sendiri sekarang masih dalam pemetaan,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI