Akhir Tahun, Serapan Anggaran APBD Sragen Baru 65 persen

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sragen 2016, hingga menjelang akhir tahun masih di angka 65 persen. Lambatnya serapan anggaran tersebut dikarenakan banyaknya kegiatan proyek fisik yang dananya belum bisa dicairkan.

Selain itu ada pula pekerjaan yang  belum selesai 100 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen masih terus berupaya menggenjot kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar penyerapan anggaran bisa maksimal menjelang akhir tahun ini.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sragen, Untung Sugiharto, Senin (21/11) mengatakan, hingga akhir November ini penyerapan APBD Sragen masih di angka 65 persen. Realisasi serapan anggaran masih minim dikarenakan banyaknya rekanan pelaksana proyek yang tidak mencairkan anggaran sebelum pekerjaan selesai 100 persen.

Untung menilai serapan anggaran yang minim tidak bisa dijasikan tolak ukur pembangunan daerah. Pasalnya sejauh ini pelaksanaan pekerjaan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sudah berjalan sesuai dengan rencana. Dia juga menyampaikan secara khusus perhitungan serapan anggaran tidak terukur oleh nominal serapan.

Untung menjelaskan, sebagian besar serapan anggaran yang belum terealisasi merupakan proyek fisik. Untuk proses pencairan harus menunggu sampai pekerjaan selesai. Pihak DPPKAD mencatat rata-rata pelaksana pekerjaan menjalin kontrak dengan pemkab hingga 23 Desember mendatang. "Namun demikian jika nantinya diperlukan, bisa melaksanakan kontrak perubahan yang diberikan 'deadline' hingga 31 desember," terangnya.

Untung  menambahkan masa kontrak antara pemkab dengan pelaksana pekerjan tidak melebihi akhir tahun. Jika ternyata masih ada anggaran hingga akhir tahun belum dicairkan maka harus masuk sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa). "Saya tidak hafal secara rinci nominal berapa anggaran yang belum tercairkan. Hal ini dapat berubah sewaktu waktu karena saat ini masih proses," tambahnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI