Akibat Hal Ini, Konservasi Energi Masih Minim

SOLO, KRJOGJA.com – Peran masyarakat dalam konservasi energi, sejauh ini relatif masih minim, meski dalam wujud sederhana sekalipun. Ini terjadi terkait dengan perilaku masyarakat yang cenderung termanjakan dengan berbagai kemudahan, dan akhirnya menjadi kebiasaan keseharian yang berlangsung puluhan tahun. 

Padahal, konservasi energi dapat dilakukan dalam bentuk sangat sederhana, seperti mematikan listrik ketika tidak diperlukan, mengurangi penggunaan kantong plastik, menanam pepohonan ataupun membuat lobang biopori untuk mempertahankan air tanah, dan sebagainya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hasta Gunawan di sela peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, di Monumen 45 Banjarsari, Jumat (21/07/2017) mengungkapkan konservasi energi dengan melibatkan masyarakat, menjadi tantangan cukup kompleks. Daya dukung alam terhadap kehidupan, berangsur mulai menurun akibat ulah manusia itu sendiri, sehingga perlu kerja keras dalam pemulihan, diantaranya dengan memulihkan dengan mengkoneksikan setiap aktivitas manusia dengan alam sekitar.

"Perkembangan teknologi yang menawarkan berbagai kemudahan dan kenyamanan berdampak pada perubahan perspektif pandangan manusia terhadap alam." 

Sebagai gambaran dia menyebut, banyak orang berpandangan kenyamanan sebuah ruangan ditentukan pada fasilitas pendukung peralatan pendingin udara, desain tata lampu dan sebagainya, yang cenderung boros energi. "Padahal, kenyamanan dalam perspektif lingkungan hidup, lebih bersifat natural, seperti desain maupun tata letak jendela yang tepat, sehingga sirkulasi udara maupun pencahayaan di dalam ruangan tetap sehat, selain pula elemen pendukung lainnya" ujar Hasta. (Hut)

BERITA REKOMENDASI