AKPRIND Angkat Ekonomi Warga Wonogiri Lewat Diseminasi Teknologi Tepat Guna

Editor: Agus Sigit

WONOGIRI,KRJOGJA.com – Pandemi covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, membawa dampak menurunnya usaha kecil masyarakat, tak terkecuali usaha bidang perikanan darat di Desa Sendang, Waduk Gajah Mungkur Kabupaten Wonogiri. Usaha puluhan bahkan lebih dari 100 warga nelayan waduk yang tergabung dalam Kelompok Jaring Apung (KJA) Sendang Asri dan KJA Mina Lumintu mengalami kelesuan.

“Melihat kondisi seperti itu kami Tim IST-AKPRIND Yogyakarta, khususnya tim pengabdian masyarakat Produk Teknologi Yang Didiseminasikan Ke Masyarakat (PTDM) Kementerian Riset Dan Teknologi/BRIN tahun 2021 bersama masyarakat setempat dan Pemda Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Perindustrian bersinergi bersama melakukan pemetaan masalah dan mencari solusinya agar lebih dari 110 warga nelayan jaring apung ikan nila di desa Sendang bisa meningkatkan produksi dan penjualan hasil panen mereka yang berujung pada peningkatan kesejahteraan mereka” ujar Ketua Tim pengabdian masyarakat IST-AKPRIND Dr A A Putu Susastriawan ST MTech dan 2 anggota Dr Edhy Sutanta ST MKom dan Ir Muhammad Yusuf MT serta dibantu 4 mahasiswa AKPRIND.

Menurut Dr A A Putu Susastriawan ST MTech, sejumlah permasalahan para nelayan jaring apung ikan nila di desa Sendang Waduk Gajah Mungkur di antaranya pakan ikan (pellet) belum diproduksi sendiri, penjualan ikan lebih banyak berupa ikan segar belum diverifikasi hasil pasca panen, pemasaran masih konvensional dan tempat produksi serta tempat penjualan belum menggunakan show room yang memadai serta pemubukuan usaha mereka belum sesuai standar pembukuan sesuai tandar akuntansi yang baik.

“Melalui kerjasama (sinergi) bersama serta dukungan dana Kemenristek/BRIN-masyarakat-Pemda Wonogiri, maka program diseminasi Teknologi Pengolahan Pasca Panen Ikan Nila Dalam Upaya Diversifikasi Produk Olahan Dan Menaikkan Pendapatan Bagi Nelayan Kelompok Jaring Apung Di Desa Sendang Waduk Gajah Mungkur Kabupaten Wonogiri bisa membuahan hasil baik. Diversifikasi produk pasca panen perikanan nila meliputi pengolahan ikan nila sebagai nila presto, nila asap (mangut nila) dan sosis nila bisa menggerakkan ekonomi masyarakat Desa Sendang. Juga penyediaan pakan ikan sendiri melalui diseminasi teknogi tepat guna (TTG) seperti mesin pembuatan pellet pakan ikan, mesin pembuatan abon, mesin pengasapan, instalasi 5 buah aerator dan 1 genset (beroperasi setiap terjadi kekurangan oksigen dalam kolam dapat mencegah kematian ikan, khususnya ikan kecil kecil). media pemasaran online E-commerce, pembukuan yang baik serta ruang penjualan yang memadai membawa manfaat optimal bagi perekonomian para nelayan jaring apung ikan nila desa Sendang Waduk Gajah Mungkur Kab Wonogiri” ujar Dr A A Putu Susastriawan ST MTech.

Rektor IST-AKPRIND Dr Edhy Sutanta ST MKom dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Prof Dr Ir Sudarsono MT menyampaikan apresisasi tinggi kepada tim pengabdian Akprind yang bersinergi dengan masyarakat Desa Sendang dan Pemda Wonogiri. Mereka berharap alat-alat atau mesin teknologi tepat guna (TTG) hasil program ini bisa memberi manfaat optimal untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi para nelayan darat jaring apung ikan nila di Waduk Gajahmungkur Wonogoro tersebut.**

BERITA REKOMENDASI