Akses Cepat Manajemen Informasi Birokrasi Karanganyar

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Pusat Komando Sambernyawa mengakomodasi kebutuhan informasi birokrasi dan manajemen pengelolaan keuangan daerah secara cepat dan akurat. Fasilitas di dalamnya memudahkan pemegang kebijakan mengakses informasi yang dibutuhkannya cukup di satu ruangan.

Tersedia perangkat terkoneksi ke seluruh sumber data satuan kerja yang ditampilkan di monitor layar besar. Informasi itu meliputi capaian kerja proyek fisik up to date, informasi pemerintahan kecamatan sampai desa, setoran pendapatan asli daerah (PAD) dari berbagai sumber sah, neraca keuangan, hingga memantau para pejabat dari sorotan kamera drone.

“Infrastruktur pusat komando sambernyawa siap. Dapat menarik data dari SKPD terkait, sistem keuangan DP2KAD, real count jumlah pegawai BKD, RSUD. Kemudian sistem alap-alap juga menyajikan data infrastruktur daerah,” ujar Kepala Bagian Pengolahan Data Elektronik (PDE) Setda Karanganyar, Dahono kepada KRjogja.com, Senin (21/11/2016).

Pengguna fasilitas eklusif tersebut utamanya bupati, wakil bupati dan jajarannya. Namun tidak menutup kemungkinan menjadi sumber referensi kalangan tertentu seperti saat kunjungan mitra kerja pemerintah. Sistem ini mengadopsi Bandung Command Center, hanya saja diaplikasi secara lebih sederhana.

Pusat komando samber nyawa terletak di salah satu ruangan gedung kantor bupati, dimana tersedia ruang rapat dan ruang presentasi. Disiapkan pula operator yang siap mengoperasikan perintah ke sistem.

Lebih lanjut Dahono mengatakan, pusat komando samber nyawa dapat diakses pemegang kebijakan daerah melalui perangkat mobilitasnya berbasis android. Cara ini memudahkan mereka mengelola informasi meski di tengah kesibukannya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan pembangunan pusat komando sambernyawa merupakan langkah strategis mengontrol birokrasi secara efektif. “Ini sangat membantu saya menindaklanjuti persoalan pemerintahan. Memantau semua yang dikerjakan mulai desa sampai kabupaten. Tentu juga untuk mengevaluasi seluruh satuan kerja,” jelasnya.

Nama pusat komando sambernyawa disempurnakan istilah alap-alap, dimaksudkan mengenalkan sistem itu lebih merakyat. Nama alap-alap juga tidak mudah dilupakan. (R-10)

BERITA REKOMENDASI