Aktivitas Parkir, SK 25 Jukir Ditunda

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Karanganyar menunda pemberian SK juru parkir (jukir) yang melayani penitipan kendaraan saat car free day dan Pasar Sabtu di area Zona A. Masyarakat diminta melapor apabila diminta uang layanan jasa parkir di area tersebut.

Kabid Sarpras Dishub Karanganyar, Tri Hastuti Isnaini mengatakan pihaknya memberikan 257 SK jukir yang berlaku 2021. Dalam kontrak disebutkan nominal yang disetorkannya ke pemerintah tiap bulan dari retribusi parkir yang dipungut. Tutik, demikian wanita berjilbab ini aktab disapa, mengatakan SK tersebut perpanjangan dari tahun lalu. Namun di tahun ini, ada 25 SK yang ditunda.

“25 SK jukir itu ditunda. Sebab kemitraannya berada di area yang terlarang beraktivitas. Kalau tetap diberikan, khawatirnya malah kontraproduktif. Yang ditunda adalah 12 SK jukir CFD dan 13 SK jukir Pasar Sabtu,” kata Tutik kepada KR, Rabu (24/03/2021).

Car Free Day di ruas Jalan Lawu mulai Papahan sampai buk Siwaluh sudah dilarang selama pandemi Covid-19. Pasar Sabtu yang biasanya ramai PKL tiap Sabtu pagi juga belum diperbolehkan karena memicu kerumunan. 25 SK jukir itu akan diberikan ke mitra apabila kondisi pulih atau pandemi berakhir. Selama masih ditunda, mitra juga tidak berkewajiban menyetor pungutan.

Lebih lanjut Tutik meminta masyarakat melapor jika mendapati pungutan parkir di area CFD dan Pasar Sabtu. “Kami juga menggelar patroli. Jika ada pungutan parkir di CFD dan di Pasar Sabtu, itu ilegal. Sebab SK jukir di sana sudah dipending,” katanya.

Pada tahun ini, pemerintah menurunkan target pendapatan asli daerah di semua sektor. Termasuk di sektor parkir. Dari semula ditarget Rp 675 juta pada 2020, turun menjadi Rp 475 juta di 2021. Ia menyebut realita di lapangan tak sesuai ekspektasi. Pengajuan keringanan setoran masih saja ditemuinya.

“Sebulan setorannya hanya Rp100 ribu atau Rp200 ribu, masih diminta keringangan. Alasannya jukir habis buat makan anak istri. Jadi hanya bisa setor tak sesuai kontrak. Kendaraan sepi karena sering hujan. Kita tidak menutup mata kondisi itu,” katanya.

Tutik juga mengatakan problem perparkiran juga disebabkan pengadaan karcis retribusi yang tak sesuai kebutuhan. Tak jarang itu memicu jukir menarik jasa tanpa memberikan karcisnya.

“Kami sudah beri edukasi. Kalau melayani jasa parkir diberi karcisnya. Namun bendel karcis habis. Alasan lain disetorkan sesuai jumlah karcis yang terjual, sedangkan yang tidak diberi karcis, uangnya buat kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI