Akumulasi 5.906 Kasus, Gugus Tugas Pantau Data Corona Dampak Mudik Lebaran

SUKOHARJO, KRjogja.com – Akumulasi kasus positif virus Corona mengalami kenaikan selama puasa Ramadan hingga Lebaran. Kasus dimungkinkan masih bisa naik menunggu perkembangan data dampak mudik Lebaran. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat data per 15 Mei 2021 terakumulasi 5.906 kasus dengan 418 kasus diantaranya meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Minggu (16/5) mengatakan, melihat perkembangan data akumulasi kasus positif virus Corona selama puasa Ramadan hingga Lebaran mengalami kenaikan. Angka kenaikan bahkan sempat signifikan terpengaruh temuan klaster masjid dan pemudik masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo. Pergerakan angka dimungkinkan masih bisa bertambah menunggu perkembangan dampak mudik Lebaran.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat data per 15 Mei 2021 diketahui akumulasi kasus positif virus Corona sebanyak 5.906 kasus. Temuan tersebut didapati merata di 12 kecamatan. Rinciannya, 85 kasus isolasi mandiri, 140 kasus rawat inap, 5.263 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 418 kasus meninggal dunia.

Data tersebut diketahui bahwa ada 225 kasus positif virus corona aktif dengan rincian isolasi mandiri 85 kasus dan rawat inap 140 kasus. Pasien tersebut semuanya telah mendapat penanganan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo.

“Akumulasi kasus positif virus Corona terus naik. Per 15 Mei 2021 terakumulasi 5.906 kasus. Kenaikan seperti terlihat pada awal bulan ini terhitung 2-9 Mei ada kenaikan 106 kasus baik disertai gejala dan tanpa gejala. Perkembangannya sekarang juga terus naik. Kami masih menunggu hasil dampak dari mudik Lebaran,” ujarnya.

Data per 15 Mei 2021 juga diketahui bahwa ada 13.424 kasus kontak erat. Rinciannya, 98 kasus baru dan 13.326 kasus lama. Dari data tersebut diketahui 1.484 kasus isolasi mandiri dan 11.940 kasus selesai pemantauan. Sedangkan akumulasi suspek ada 973 kasus dengan rincian, 15 kasus isolasi mandir, 778 kasus selesai pemantauan, 154 kasus rawat inap, 26 kasus meninggal dunia dan 733 kasus swab negatif.

“Tetap patuhi protokol kesehatan. Jangan sampai terjadi ledakan kasus positif virus Corona usai Lebaran karena adanya pergerakan pemudik,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI