Ali Ghufron Mukti: Dosen Tidak Tetap Berpeluang Raih Gelar Guru Besar

Editor: KRjogja/Gus

 

SOLO, KRJOGJA.com – Dirjen Sumber Daya Ipteks dan Dikti Kemenristekdikti Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD menjelaskan dosen tidak tetap di perguruan tinggi memiliki peluang untuk meraih jabatan akademik guru besar atau profesor. Kesempatan ini ternyata mendapat banyak respon dari para dosen tidak tetap. Mereka saat antusias untuk mengajukan persyaratan guru besar.

"Mereka sudah banyak yang tertarik dan menghubungi saya. Para dosen tidak tetap itu ingin mengurus guru besar," kata Prof Ali Ghufron pada pengukuhkan rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr Sofyan Anif MSi sebagai guru besar ilmu manajemen pendidikan, Kamis (08/8).

Dijelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 12 tentang Pendidikan Tinggi pasal 72 Menteri memiliki wewenang untuk menetapkan seseorang yang memiliki karya dan kompetensi luar biasa untuk diberikan jabatan guru besar. Sekarang ini mulai ada yang tertarik. Mereka bukan dari kalangan dosen tetap, melainkan dosen tidak tetap.

Seperti diketahui pemerintah telah menerapkan konsep sharing resource. Artinya perguruan tinggi bisa memanfaatkan SDM lain. Dosen tidak tetap ini diberi kesempatan meganukan guru besar asal persyaratannya terpenuhi. Dan ternyata banyak yang antuias menanyakan persyaratan yang diperlukan.

Prof Ali Ghufron meminta kepada guru besar untuk tetap produktif menulis. Jangan seperti kedebhok pisang, sekali berbuah terus mati. "Guru besar harus tetap produktif. Syukur bisa dishare ke tempat lain secara kontinyu," tambahnya. Hal ini secara khusus juga disampaikan kepada Prof Sofyan Anif.

Pengukuhan Prof Sofyan Anif dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan banyak sejawat profesor diantaranya rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho dan Prof Dr Inajati Adrisijanti, komisaris utama SKH Kedaulatan Rakyat. (Qom)

 

 

BERITA REKOMENDASI