Ambil Paksa Motor Kreditan, Dua Debt Collector Ditangkap

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karanganyar menangkap dua debt collector (DC) asal Kabupaten Sragen, AWS (46) dan AW (31). Mereka merampas sepeda motor yang sedang dikendarai pemuda asal Kecamatan Kerjo, DS (19). Angsuran sepeda motor itu tak dibayar selama setahun.

“Dua DC ini disewa oleh perusahaan pembiayaan. Mereka itu pihak ketiga. Dijanjikan uang Rp 1,2 juta jika bisa menarik sepeda motor itu. Tapi caranya salah, dengan merampas. Itu sudah tindak kriminal,” kata Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito kepada wartawan dalam gelar barang bukti kasus tersebut di Mapolres, Kamis (15/07/2021).

Cerita bermula pada Jumat (15/01/2021) pukul 15.00 WIB. Saat itu, DS sedang berkendara di jalan kampung tepatnya di Dukuh Karanggandu, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo. Korban mengendarai motor Honda Vario pelat nomor AD 6144 ARF. Motor tersebut atas nama NS. Motor tersebut dibeli secara kredit melalui salah satu perusahaan pembiayaan.

“Pemilik motor ini menunggak pembayaran kredit selama satu tahun. Nominal tunggakan Rp 10 juta selama satu tahun itu. Nah, tersangka menarik motor tersebut saat sedang dikendarai DS. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” katanya.

Purbo menceritakan dua debt collector itu menyampaikan kalimat bernada keras dan mengancam saat merampas motor yang sedang dikendarai korban. DS terpaksa menuruti permintaan dua pelaku dengan menyerahkan motor Honda Vario.

Menurut polisi, DS sempat diajak ke kantor perusahaan pembiayaan di Kabupaten Sragen. Dua pelaku meminta korban menandatangani lembar tanda terima dan pemeriksaan kendaraan tarikan dari perusahaan tempat pelaku bekerja.

Tetapi, korban menolak. Tersangka menitipkan motor tadi ke salah satu kantor perusahaan pembiayaan di Sragen. “Dari hasil kerja itu, AWS membagi kepada AW Rp 150.000. AWS juga membiayai ojek untuk mengantar korban pulang ke rumah. Ongkos ojek Rp 50.000,” jelas Purbo.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti satu unit motor Honda Vario pelat nomor AD 6144 ARF. Selain itu, polisi juga menyita motor yang dikendarai dua pelaku, yakni satu unit motor Yamaha Nmax pelat nomor AD 3796 BQE.

Polisi juga menyita sejumlah berkas, seperti selembar tanda terima dan pemeriksaan kendaraan tarikan dan riwayat pembayaran motor Honda Vario pelat nomor AD 6144 ARF atas nama NS. Polisi menggunakan Pasal 368 ayat (1) KUHP untuk menangani kasus tersebut. Menurut Purbo, dua tersangka bukan lembaga atau instansi yang berwenang melakukan eksekusi terhadap barang. Selain itu, mereka menggunakan cara mengancam dengan kekerasan saat melancarkan aksi.

”Kasus seperti ini banyak. Perlu diketahui bahwa perusahaan lising punya hak menarik kendaraan maupun barang. Tapi tidak serta merta melakukan. Harus didahului proses fidusia. Leasing melaporkan fidusia ke polisi kemudian bersama polisi mencari barang yang masuk objek fidusia,” paparnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI