Andalan Komoditas Ekspor, Bupati Sukoharjo Pimpin Awal Tanam Porang

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Bupati Sukoharjo Etik Suryani memimpin kegiatan penanaman tanaman porang bersama Sahabat Petani Porang Sukoharjo (SPPS) di Dukuh Tritis, Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Jumat (12/11). Penanaman dilakukan menggunakan lahan yang sebelumnya kurang termanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Pemkab Sukoharjo berharap hasil panen porang dapat menjadi komoditas andalan ekspor.

Etik Suryani mengatakan, penanaman porang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo bersama SPPS. Lokasi penanaman porang dilakukan di lahan yang sebelumnya kurang termanfaatkan. Diversifikasi tanaman dilakukan dalam rangka peningkatan pendapatan petani sehingga lebih sejahtera.

Lahan yang dipilih untuk penanaman porang dilakukan di Dukuh Tritis, Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Di lahan tersebut ditanami khusus tanaman porang. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mengkhususkan lahan sebagai bukit porang.

Etik Suryani menjelaskan, Kabupaten Sukoharjo merupakan kabupaten penyangga pangan di Jawa Tengah dan memiliki lahan yang subur didukung dengan jiwa gotong royong masyarakatnya yang kuat sehingga memungkinkan untuk mencapai keberhasilan pembangunan pertanian. Pada saat ini komoditas unggulan Kabupaten Sukoharjo hanyalah padi karena setiap tahunnya selalu surplus tidak kurang dari 102.000 ton. Namun ternyata surplus beras di Kabupaten Sukoharjo belum diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Pada kesempatan yang sangat baik ini perlu saya sampaikan kepada semua petani di Kabupaten Sukoharjo untuk semakin pandai dalam merespon inovasi teknologi baru di bidang pertanian agar kesejahteraan petani di Kabupaten Sukoharjo dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Porang merupakan salah satu komoditas tanaman pangan unggulan yang berupa umbi-umbian. Dahulu tanaman porang digunakan sebagai salah satu alternatif makanan pokok selain beras, namun saat ini porang merupakan salah satu komoditas ekspor yang digunakan untuk kebutuhan industri, kesehatan, kosmetik, dan makanan. Porang mengandung zat glucomanan atau zat dalam bentuk gula kompleks dan serat larut berasal dari ekstrak umbi porang. Karena kandungannya ini maka porang mempunyai nilai jual yang tinggi.

Perlu peran serta pemerintah baik kabupaten, provinsi, Kementerian Pertanian maupun swasta untuk pengembangan porang di Kabupaten Sukoharjo. Karena keterbatasan anggaran maka bantuan dari Kementerian Pertanian untuk kelompok tani pembudidaya porang hanya berupa pupuk sehingga di waktu yang akan datang Pemkab Sukoharjo akan berusaha mensinergikan anggaran dengan pemerintah pusat untuk membantu petani porang dalam peningkatan kemampuan kapasitas baik dalam berbudidaya, mengolah dan memasarkan hasil panen porang agar memenuhi standar ekspor sehingga dapat mengangkat komoditas porang menjadi komoditas andalan di Kabupaten Sukoharjo yang menjanjikan kesejahteraan bagi petani yang menanam.

“Saya berharap SPPS dapat menjadi contoh bagi petani lain untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan potensi lahannya dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan dapat mewujudkan harapan Kabupaten Sukoharjo untuk meningkatkan komoditas ekspor,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, awal kegiatan penanaman porang dilakukan setelah melakukan diskusi bersama SPPS. Dalam diskusi tersebut terungkap potensi porang di Kabupaten Sukoharjo sangat besar dan belum termanfaatkan.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo bersama SPPS ingin menjadikan porang sebagai ikon unggulan Kabupaten Sukoharjo. Penanaman porang bersama kemudian diagendakan dan dapat terlaksana dengan dipimpin langsung Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Penanaman porang dilakukan di lahan berupa perbukitan di Dukuh Tritis, Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menjadikan lokasi tersebut sebagai bukit porang.

Total ada 10 hektar lahan di Desa Kamal Kecamatan Bulu. Namun dari jumlah tersebut baru digunakan lahan seluas satu hektar pada awal penanaman porang. Pengembangan dan perluasan penanaman porang akan dilakukan secara bertahap.

“Porang ini merupakan tanaman yang memiliki potensi besar dikembangkan di Kabupaten Sukoharjo. Sekarang sudah dilakukan penanaman porang bersama bupati dan SPPS di Dukuh Tritis, Desa Kamal, Kecamatan. Lokasi ini kami jadikan bukit porang karena khusus ditanami porang,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo bersama SPPS akan menjadikan bukit porang sebagai pusat belajar budidaya porang. Harapannya masyarakat yang tertarik untuk budidaya porang mendapat ilmu sekaligus belajar.

“Penanaman porang ini baru awal dan nanti akan diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Sukoharjo,” lanjutnya.

Pengembangan tanaman porang akan diimbangi oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo dengan pendampingan, memfasilitasi penanaman hingga pemasaran. Termasuk juga berkaitan dengan pengolahan porang.

“Petani setelah panen porang nanti akan dibagi memasarkannya. Jangan sampai petani kesulitan mengingat tanaman porang ini hal baru di Sukoharjo,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI