Andalkan Dana Sertifikasi, PGRI Karanganyar Bangun Gedung Rp 8,2 Miliar

KARANGANYAR, KRJOGJA.com- Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karanganyar membangun gedung serbaguna bernilai konstruksi Rp 8,2 miliar. Dana pembangunan mengandalkan iuran guru penerima sertifikasi.

“Tanah seluas 5.260 meter persegi. Sudah dilunasi pada 2016 lalu. Sedangkan biaya konstruksi diperkirakan butuh Rp 8,5 miliar. Kami tidak meminta APBD kabupaten. Ini mandiri dari anggota PGRI Karanganyar,” kata Ketua Pengurus PGRI Karanganyar, Aris Munandar kepada KR

usai peletakan batu pertama di lahan yang berlokasi di tepi Jl Jenderal Gatot Subroto, Desa Gaum, Tasikmadu, Jumat (21/6).

Gedung dua lantai dengan luas bangunan 1.260 meter persegi itu diproyeksikan selesai pada 2020. Untuk memenuhi kebutuhan dana, pengurus mewajibkan iuran per anggota Rp 100 ribu per bulan. Terdapat 7.864 anggota PGRI di Karanganyar. Mereka berstatus ASN yang menerima dana sertifikasi secara periodik.

“Kalau per anggota mendapat Rp 4 juta dari sertifikasi. Tentu iuran Rp 100 ribu per bulan tidak terlalu berat,” katanya.

Penggunaan gedung nantinya untuk kepentingan organisasi, seperti menggelar rapat, diklat dan pertemuan lainnya. Selain itu, gedung dapat disewakan untuk keperluan masyarakat umum seperti resepsi pernikahan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan lokasi pembangunan gedung PGRI sangatlah strategis. Jalan raya Tasikmadu-Kebakkramat merupakan akses tercepat menuju ke Karanganyar dari exit Tol Kemiri.

“Jalan ini akan dilebarkan dan ditingkatkan kelasnya. Sangat strategis dan bagus untuk membuat usaha,” katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI