Anggaran Nihil, Penyertifikatan Lahan Pertanian Organik Mandek

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penyertifikatan lahan pangan organik asal Karanganyar, Jateng ke Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman mandek pada tahun ini. Alasannya pada anggaran yang nihil.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Disnakan PP) Karanganyar Siti Maesyaroch mengatakan biaya penyertifikatan memang tidak murah. Sehingga pemerintah membantu biaya tersebut.

“Pada tahun 2020 kemarin masih dibiayai pemerintah. Tiap bidang yang didaftarkan, dibiayai Rp40 juta untuk mendapatkan sertifikat organik. Namun pada tahun ini enggak ada lagi program itu. Sebab sudah tersedot ke refokusing,” katanya kepada KRJOGJA.com, Sabtu (29/10/2021).

Pada program tahun lalu, Pemkab Karanganyar membiayai sertifikat organik untuk lahan pertanian yang tersebar di 240 hektare sawah. Siti mengatakan, setelah lahan bersertifikat organik maka tanamannya pun mengikuti metode tersebut. Diharapkan, sertifikasi tanaman pangan organik di Karanganyar lebih banyak lagi.

“Makin banyak pasar untuk tanaman pangan organik. Harganya pun lebih tinggi dibanding yang ditumbuhkembangkan berpupuk kimia. Kita sedang mendampingi untuk pemasarannya,” katanya.

Meski penyertifikatan lahan pertanian organik di tahun ini mandek dibiayai pemerintah, namun ia tetap menginventarisasi pengajuan dari kelompok tani. Sedikitnya ratusan hektare sawah milik mereka tercatat di daftar tunggu. Rencananya, Dinas Pertanian PP Karanganyar mengajukannya tahun depan.

“Masih ada tahun depan. Semoga diperjuangkan. Sebab pertanian di Karanganyar pitensial beralih ke organik,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI