Angin Kencang Terjang Sebelas Desa di Sukoharjo

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Angin kencang menerjang sembilan desa dan dua kelurahan di empat kecamatan di Sukoharjo mengakibatkan kerusakan parah di wilayah tersebut seperti pohon tumbang hingga bangunan, rumah dan tiang listrik roboh. Petugas dari tim gabungan sudah turun ke lokasi melakukan evakuasi dan memastikan tidak ada korban jiwa. Pendataan masih dilakukan untuk mengetahui data resmi dampat kerusakan. Warga juga melakukan penjagaan kampung bersama mengingat ada beberapa wilayah mengalami listrik padam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Sabtu (16/11) mengatakan, angin kencang disertai hujan deras terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB petugas tim gabungan masih melakukan proses evakuasi dan memberi pertolongan warga terdampak bencana alam.

Wilayah terdampak angin kencang di Kecamatan Baki di Desa Kadilangu, Menuran, Duwet dan Kudu, di Kecamatan Gatak di Desa Trangsan, Trosemi, Geneng dan Blimbing, Kecamatan Sukoharjo Kota di  Kelurahan Bulakrejo dan Kelurahan Sukoharjo Kota, di Kecamatan Grogol di Desa Parangjoro.

Cuaca di sembilan desa dan dua kelurahan di empat kecamatan tersebut awalnya panas terik kemudian mendadak muncul mendung hitam pekat. Selang tidak lama turun hujan deras disertai angin kencang cukup lama. Kencangnya angin menimbulkan dampak besar berupa kerusakan seperti pohon tumbang, tiang listrik dan papan reklame roboh. Selain itu juga atap genting rumah warga juga rusak tersapu angin. Beberapa rumah warga diketahui juga ada yang roboh.

Dampak besar lainnya juga menyebabkan sebuah tempat usaha milik warga ambruk pada bagian depan. Dalam kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kepastian diketahui setelah petugas dari tim gabungan melakukan penyisiran wilayah terdampak bencana alam dan meminta keterangan warga.

Petugas dari tim gabungan BPBD, SAR, PMI, Kodim 0726 dan Polres Sukoharjo langsung turun ke lokasi kejadian angin kencang. Evakuasi dilakukan petugas dengan memproritaskan membuka akses jalan yang tertutup pohon tumbang. Pembukaan dilakukan petugas dengan memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin.

Jalan yang sempat tertutup pohon tumbang diharapkan bisa segera dibuka. Sebab jalan tersebut merupakan akses utama warga. Jalan tersebut seperti di jalan Kadilangu, Baki, jalan depan Balepadi, Baki dan jalan depan Pasar Gawok, Gatak. Saat jalan tertutup pohon tumbang mengakibatkan kemacetan panjang kendaraan.

Evakuasi juga dilakukan petugas terhadap rumah atau bangunan rusak akibat diterjang angin kencang. Warga atau pemilik rumah diselamatkan terlebih dahulu. Selanjutnya petugas melakukan pembenahan sementara terhadap rumah warga.

"Evakuasi masih terus dilakukan petugas dari tim gabungan. Di lapangan atau dilokasi kejadian bencana alam angin kencang BPBD Sukoharjo juga melakukan pendataan," ujarnya.

BPBD Sukoharjo juga melakukan koordinasi dengan instansi lain dalam melakukan penanganan angin kencang. Sebab dampak kerusakan yang ditimbulkan besar seperti tiang listrik roboh sehingga menyebabkan aliran listrik padam. Beberapa wilayah tersebut dalam kondisi gelap dan warga melakukan penjagaan atau partroli pengamanan bersama.

Camat Baki Roni Wicaksono mengatakan, di wilayahnya ada empat desa terdampak angin kencang mengakibatkan kerusakan rumah dan bangunan warga. Selain itu juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Namun dalam kejadian tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa.

"Penanganan pertama diprioritaskan pada rumah warga dan pembukaan akses jalan yang tertutup pohon tumbang. Semua sudah tertangani oleh petugas dari tim gabungan," ujarnya.

Roni mengatakan, angin kencang terjadi sangat cepat dan mengakibatkan kerusakan disejumlah wilayah. Masyarakat di Kecamatan Baki sudah diminta petugas untuk mewaspadai kerawanan bencana alam seperti angin kencang karena sekarang sudah masuk musim hujan. (Mam)

 

 

BERITA REKOMENDASI