Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

SRAGEN, KRJOGJA.com – Kasus angka kematian ibu (AKI) melahirkan di Kabupaten Sragen masih tergolong tinggi. Selama 2018 lalu, sedikitnya 14 ibu hamil meninggal, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat hanya 10 kasus.  Namun tingginya AKI ini dipastikan bukan disebabkan karena masalah kemiskinan. 

"Jadi ada banyak faktor terjadinya AKI, bukan hanya faktor kemiskinan. Bisa saja karena sakit bawaan ibu hamil seperti hipertensi, jantung maupun resiko tinggi lainnya," ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kamis (3/12). 

Menurut Yuni, berbagai langkah telah dilakukan Pemkab Sragen untuk menekan angka kematian ibu melahirkan. Salah satunya dengan melakukan pemantauan secara ketat para ibu hamil yang masuk kategori resiko tinggi. Selain itu menempatkan kader posyandu di seluruh desa. "Di sini, peran bidan di masing-masing desa sangat penting. Bidan harus mengetahui seluruh ibu hamil di wilayahnya dengan melakukan pemantauan," jelasnya.

Selain melakukan pemantauan dan pendampingan, jelas Yuni, pemkab juga terus menekan angka pernikahan dini dengan cara mendirikan posyandu remaja. Di posyandu tersebut, para remaja diberikan arahan dan pengetahuan soal pergaulan sekaligus edukasi seks. 

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sragen, Damai Tatag Prabawanto menambahkan, pihaknya juga terus mendukung upaya pemkab untuk menekan kasus AKI. Seluruh bidan diminta mendukung program 'nginceng wong meteng' dengan melakukan pendampingan seluruh ibu hamil. Bidang bertanggungjawab memantau kesehatan ibu hamil di wilayahnya masing-masing.

Menurut Damai, IBI juga berperan meningkatkan pelayanan KB. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir, angka kelahiran bayi turun menjadi 2,0%, lebih rendah dari target nasional 2,04 %. (Sam)

BERITA REKOMENDASI