Antisipasi Banjir, Alat EWS Malah Rusak

SRAGEN, KRjogja.com – Hujan terus mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen membuat bencana banjir sewaktu-waktu bisa datang. Namun di tengah kewaspadaan banjir tersebut, justru sejumlah alat Early Warning System (EWS)yang terpasang di anak sungai Bengawan Solo diketahui rusak tidak berfungsi, bahkan ada juga yang hilang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Dwi Sigit Kartanto Senin (4/12) mengatakan, total ada sembilan EWS yang dipasang di beberapa anak Sungai Bengawan Solo, seperti Sungai Mungkung dan Sungai Garuda. Alat tersebut dipasang sebagai alarm atau tanda jika ketinggian air di sungai naik dan berpotensi banjir.

Diharapkan dengan alarm tersebut, warga yang tinggal tidak jauh dari sungai bisa siap-siap mengungsi jika EWS berbunyi. "Tapi dari sembilan EWS yang terpasang, ada dua yang rusak tidak berfungsi, dan satu alat lainnya hilang. Kami masih mengupayakan perbaikan mengingat kondisi hujan yang terus mengguyur beberapa hari terakhir," ujar Sigit. 

Menurut Sigit, kesembilan EWS bantuan dari pusat itu sebenarnya dipasang di anak Sungai Bengawan Solo seperti Sungai Garuda dan Mungkung sebagai antisipasi datangnya banjir. Sejauh ini belum ada rencana penambahan pemasangan EWS susulan. "Jadi BPBD hanya melaporkan pada pemiliknya jika ada kerusakan. Pengelolanya adalah dari Jasa Tirta serta Balai Besar Sungai Bengawan Solo," jelasnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI