Antisipasi Difteri, DKK Isyaratkan Peningkatan PHBS

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Dinas Kesehatan Kota (DKK) mengisyaratkan agar masyarakat meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya memperkuat daya tahan tubuh, terkait penyakit difteri yang mewabah serta ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah di Indonesia. Terlebih aktivitas masyarakat cukup tinggi, terkait posisi Kota Solo yang menjadi hinterland daerah sekitar, sehingga perlu kewaspadaan tersendiri.

 

Kepala DKK, Siti Wahyuningsih kepada wartawan, di Balaikota, Selasa (12/12), mengungkapkan, virus difteri bisa menyerang siapa saja, namun dampak yang ditimbulkan sangat bergantung pada daya tubuh masing-masing. Mereka yang memiliki daya tahan tubuh kuat, ketika terserang virus difteri kemungkinan tak akan banyak berpengaruh pada kesehatan yang bersangkutan, sebaliknya mereka yang berdaya tahan tubuh lemah, akan jatuh sakit.

Sedangkan daya tahan tubuh itu sendiri, dapat dibangun melalui kebiasaan hidup bersih dan sehat, selain pula telah menjalani imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, dan Pertusis) lengkap saat berusia dua bulan hingga 11 tahun. Cara paling efektif mencegah penyakit difteri, menurut Wahyuningsih, memang melalui imunisasi, sehingga semakin besar cakupan imunisasi, kian mengecil pula penyakit mematikan itu mewabah. "Sedangkan cakupan imunisasi DPT lengkap di Solo, saat ini mencapai sekitar 90 persen," ujarnya.

Siti meyakinkan, kualitas vaksin yang diberikan kepada anak-anak dalam kondisi prima, sebab selama ini, pihaknya memberlakukan mata rantai dingin secara ketat. Proses distribusi vaksin hingga diberikan kepada anak-anak, tegasnya, harus selalu menggunakan 'cool box' untuk mempertahankan kualitas. Termasuk ketika rumah sakit atau dokter praktik meminta vaksin, diwajibkan mengikuti sistem mata rantai dingin. (Hut)

BERITA REKOMENDASI