Antisipasi Kebakaran, BKSDA Andalkan Kemitraan Masyarakat

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah mengandalkan kerjasama masyarakat sekitar sebagai antisipasi kebakaran hutan lindung. Mereka berperan di forum masyarakat peduli api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polisi Hutan (MMP).

Kepala BKSDA Jawa Tengah, Darmanto mengatakan simbiosis mutualisme antara pihaknya dengan masyarakat desa di wilayah penyangga konservasi terbukti mampu mencegah kebakaran maupun pencurian aset hutan seperti kayu maupun pembuatan arang ilegal. Mitra BKSDA itu membantu pengawasan 33 kawasan hutan lindung di Jawa Tengah, mengingat petugas BKSDA terbatas.

“BKSDA memiliki 33 kawasan hutan lindung. Yakni 27 cagar alam, lima suaka marga satwa dan satu taman nasional. Dari lima suaka marga satwa, satu diantaranya TWA Grojogan Sewu. Kami menjaganya dengan bantuan masyarakat dari ancaman kebakaran hingga ilegal logging,” kata Darmanto kepada wartawan di Karanganyar, Rabu (8/7).

Sejauh ini, ia memiliki 290 tenaga MMP dan 190 MTA. Sedangkan di Grojogan Sewu, ia menggandeng 15 MPA yang diperkuat lima petugas BKSDA dan satu polisi hutan. Jelang musim kemarau, mereka lebih giat memberi penyuluhan, sosialisasi pencegahan kebakaran dan patroli rutin.

BERITA REKOMENDASI