Antisipasi Kebencanaan, BPBD Siap di 5 Posko

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar meminta masyarakat aktif berkoordinasi dengan tim sukarelawan saat penanganan kebencanaan. Empat posko disiagakan dengan satu posko induk.

Hal itu disampaikan Sekretaris BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno kepada wartawan usai menyerahkan secara simbolis bantuan korban bencana alam di rumah dinas bupati, Kamis (28/11). Empat posko tersebut tersedia lengkap peralatan evakuasi, taktis dan personel berpengalaman di Kebakkramat, Tawangmangu, Ngargoyoso dan Jatiyoso. Serta satu posko induk di markas BPBD. Tiap lokasi mengkaver wilayah sekitar yang membutuhkan penanganan segera untuk kejadian banjir, longsor, angin ribut dan kebakaran.

“Empat posko wilayah dan satu posko induk siap. Yang penting koordinasi ke relawan dan posko. Jangan sungkan meminta pertolongan supaya penanganannya tepat dan cepat,” katanya.

Tim mulai menangani sejumlah kejadian berkaitan hujan dan angin kencang dalam sebulan terakhir. Pada Rabu (27/11) sore, sebuah pohon mahoni tumbang sehingga menutup jalan sebelah barat Terminal Palur. Evakuasi dan pemangkasannya selama sejam membuat lalu lintas tersendat.

Sementara itu sebanyak 97 keluarga asal 62 desa di 16 kecamatan menerima bantuan tali asih korban bencana alam. Besaran tali asih disesuaikan kategori kerusakan hunian. 

“Bantuan ini diberikan ke mereka untuk meringankan beban korban saat membenahi rumahnya. Juga menyemangatinya agar terus berjuang. Bantuan ini bentuk kepedulian pemerintah," kata Hendro. Penyerahan bantuan kali ini di periode ketiga tahun 2019 atau peristiwanya selama Maret-Oktober. Bagi 11 keluarga kategori rumah rusak berat berhak menerima masing-masing Rp 5 juta, 27 keluarga kategori rumah rusak sedang berhak masing-masing Rp 3 juta dan 51 keluarga kategori rumah rusak sedang berhak masing-masing Rp 1 juta-Rp 1,5 juta. 

Total bantuan bersumber APBD 2019 itu Rp 256,5 juta. BPBD juga menghibahkan peralatan penanggulangan bencana alam ke 27 organisasi sukarelawan. Peralatan itu seperti radio panggil (HT), helm keselamatan, sepatu bot dan senter atau alat lainnya sesuai permintaan organisasi tersebut. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI