Antisipasi Klaster Baru, Pendataan Pemudik Dimulai Libatkan RT/RW

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mulai melakukan pendataan kedatangan pendatang atau pemudik dengan meminta data dari petugas tingkat desa dan pengurus RT/RW. Data diperlukan untuk mengetahui angka pendatang dan sebaran tingkat kerawanan penyebaran virus Corona sekaligus percepatan penanganan apabila ada temuan kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Sabtu (24/4) mengatakan, proses pendataan dilakukan seiring adanya peningkatan pergerakan aktivitas pendatang atau pemudik dari berbagai daerah. Mereka sengaja melakukan mudik sekarang sebelum Lebaran tiba untuk menghindari kebijakan pemerintah terkait larangan bagi pemudik.

Pergerakan kedatangan pemudik tersebut dicek secara langsung kebenarannya oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Proses pendataan dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan petugas dari berbagai pihak. Mereka yang dilibatkan seperti dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) melalui Puskesmas, Polri, TNI, kepala desa, lurah, camat dan pengurus RT/RW.

Pendataan tersebut juga dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo untuk mengetahui berapa angka pendatang atau pemudik yang sudah berada di Sukoharjo. Data terpenting lainnya yakni terkait kondisi riwayat kesehatan pemudik tersebut apakah positif virus Corona atau pernah terkena kasus atau rawan menularkan.

“Petugas dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mulai bergerak start awal mendata pendatang atau pemudik dengan melibatkan berbagai pihak hingga pengurus RT/RW. Kami cek ada tidak pendatang atau pemudik di masing-masing RT/RW kemudian dilaporkan berjenjang ke desa, kelurahan, kecamatan dan kabupaten. Kalau ada berapa angkanya dan bagaimana kondisi kesehatannya. Nanti akan dilakukan penanganan sekaligus pencegahan agar jangan sampai muncul klaster baru,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI