Antisipasi Klaster Corona, Bupati Sukoharjo Ingatkan Pengawasan PTM Sekolah

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengingatkan pada masyarakat khususnya pihak sekolah untuk mengawasi secara ketat kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) sekolah. Pemkab Sukoharjo meminta agar jangan sampai terjadi temuan klaster penularan virus Corona di PTM sekolah. Sebab kasus tersebut sudah ditemukan disejumlah daerah.

Hal tersebut disampaikan Etik Suryani saat memantau pelaksanaan vaksinasi virus Corona di Pondok Pesantren (Ponpes) Barokah di Dukuh Nandan, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Jumat (24/9). Pemkab Sukoharjo saat ini sudah mengizinkan sekolah baik menggelar simulasi PTM maupun PTM. Namun dalam pelaksanaanya tetap wajib diawasi ketat.

“Kepala sekolah, guru, siswa, orang tua murid, masyarakat dan semuanya mari diawasi bersama tetap harus protokol kesehatan. Jangan sampai ada klaster PTM sekolah. Sebab di daerah lain sudah ada temuan,” ujarnya.

Etik Suryani secara khusus sudah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo untuk memperketat pengawasan. Sebab kekhawatiran klaster PTM sekolah tetap ada karena temuan kasus di daerah lain.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh baik sebelum PTM, saat PTM dan sesudah PTM sekolah. Etik Suryani menegaskan hal itu agar guru dan siswa tidak tertular atau menulari virus Corona ke orang lain.

“Sebelum PTM, saat PTM dan sesudah PTM di sekolah guru dan siswa tetap wajib protokol kesehatan meski sudah vaksin tetap harus protokol kesehatan,” lanjutnya.

Etik Suryani mengatakan sesuai laporan yang masuk dari dinas terkait belum ditemukan kasus klaster virus Corona PTM sekolah. Kondisi tersebut ditegaskan bupati tetap harus dipertahankan. Sebab hal itu berarti akan memperpanjang masa PTM sekolah berikutnya.

“Sekolah yang baru menggelar simulasi PTM harus lebih ketat lagi. Sebab mereka baru simulasi. Sedangkan sekolah yang sudah PTM tetap ketat pengawasan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Kepala Disdikbud Sukoharjo Darno, mengatakan, vaksinasi virus Corona di lingkungan pendidikan perlu segera dituntaskan. Namun demikian pelaksanaanya harus dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan vaksin yang menunggu kiriman dari pemerintah pusat. Kesiapan lain juga terkait tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan pemberian vaksin.

Disdikbud Sukoharjo mengawali vaksinasi virus Corona dengan sasaran utama tenaga pendidik dimulai dari sekolah tingkat atas SMA dan SMK. Sasaran berikutnya ke SMP, SD, TK dan PAUD. Tenaga pendidik menjadi sasaran prioritas vaksinasi virus Corona oleh Disdikbud Sukoharjo karena mereka memiliki peran penting dalam menjalankan pendidikan di sekolah.

Vaksinasi berikutnya baru menyasar pada peserta didik atau siswa. Sasaran utama diberikan pada siswa sekolah tingkat atas yakni SMA dan SMK atau usia 17 tahun ke atas. Disdikbud Sukoharjo kemudian melanjutkan ke siswa SMP atau usia 12 tahun ke atas.

Pelaksanaan vaksinasi baik kepada tenaga pendidik dan peserta didik dikatakan Darno sepenuhnya dibantu oleh pemerintah, TNI, Polri dan pihak lainnya. Keterlibatan banyak pihak dimaksudkan untuk mempercepat capaian realisasi vaksinasi virus Corona di lingkungan pendidikan.

“Vaksinasi virus Corona di lingkungan pendidikan diawali dari tenaga pendidik dan sudah terlaksana. Sedangkan untuk peserta didik atau siswa atau pelajar baru digelar setelah dilaunching Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di SMAN 1 Kartasura beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Disdik Sukoharjo memperkirakan ada 70.000 peserta didik atau pelajar jadi sasaran vaksinasi virus Corona sesuai ketentuan pemerintah. Angka tersebut bisa saja mengalami perubahan baik berkurang atau naik karena masih akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Harapannya hingga akhir tahun 2021 semua peserta didik tuntas mendapat vaksin virus Corona. Sebab dari sisi tenaga pendidik sudah,” lanjutnya.

Disdikbud Sukoharjo optimis target vaksinasi virus Corona tersebut akan terlaksana hingga akhir tahun 2021. Sebab percepatan vaksinasi virus Corona sekarang terus dilakukan oleh Pemkab Sukoharjo, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya.

“Dari TNI dan Polri mereka sudah menawarkan bantuan vaksinasi virus Corona. Bahkan bisa diselenggarakan di sekolah dan nanti pihak sekolah akan menyediakan tempat dan mendata siswa sebagai sasaran vaksin,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI