Antisipasi Pengemplang, Pemkot Pasang Alat Monitoring Pajak

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Pengelola hotel, restoran, serta tempat hiburan tak bisa lagi menghindar dari pembayaran pajak daerah sesuai transaksi riil, menyusul pemasangan Terminal Monitoring Device (TMD) yang terintegrasi dengan sistem komputerisasi pada tempat usaha tersebut. Hanya saja, pada tahun 2017 ini pemasangan TMD baru menjangkau pada 50 tempat usaha dari populasi hotel sejumlah 240 unit, serta 872 restoran.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Yosca Herman Soedrajat, menjawab wartawan di Loji Gandrung, Selasa (26/9), mengungkapkan, sosialisasi pemasangan TMD dilakukan secara intens, karena terkait dengan sistem teknologi informasi yang diterapkan masing-masing hotel, restoran ataupun tempat hiburan. Lewat alat TMD, seluruh transaksi yang terkait dengan pajak daerah, nantinya dapat dimonitor secara 'online', sekaligus dijadikan patokan penetapan besaran pajak hotel, restoran dan hiburan yang harus disetorkan kepada pemerintah.

Pembayaran pajak hotel, restoran dan hiburan, menurut Yosca, sejauh ini memang kurang maksimal, karena pemungutan dilakukan secara manual dengan besaran berdasar perkiraan transaksi. Padahal, konsumen sebenarnya sudah membayar pajak daerah tersebut, sehingga pengelola hotel, restoran, ataupun tempat hiburan, sekadar petugas pemungut kemudian menyetorkannya kepada Pemkot Solo. 

Menjawab pertanyaan kemungkinan penolakan dari kalangan pengusaha karena pemasangan TMD terkoneksi dengan sistem komputerisasi tempat usaha bersangkutan, Yosca menyebutkan, hal itu bisa saja terjadi dengan dalih kerahasiaan manajemen. Namun Yosca memastikan, alat tersebut hanya terkoneksi dengan aktivitas transaksi yang bermuatan pungutan pajak daerah, sehingga sistem manajemen secara umum pada tempat usaha tersebut tetap terlindungi.

Dia berharap, pamasangan TMD mampu mengatrol Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, jika seluruh tempat usaha jasa perhotelan, restoran dan tempat hiburan terpasang TMD, PAD diperkirakan mengalami peningkatan hingga 175 persen. Rencananya, pemasangan TMD dilakukan secara bertahap, tahun ini menyasar 50 hotel dan restoran, tahun 2018 depan diperluas ke 100 tempat usaha sejenis, dan pada tahun 2019 TMD sudah terpasang pada seluruh usaha jasa wajib pajak daerah.

Sedangkan pemasangan TMD pada 50 tempat usaha pada tahun ini, diprioritaskan pada usaha dengan skala pembayarabn pajak daerah cukup tinggi dan telah menerapkan sistem teknologi informasi secara online. Sebenarnya ada pula sejumlah rumah makan dengan potensi pembayaran pajak daerah cukup tinggi, hanya saja penelolaan masih dilakukan secara tradisional, sehingga tidak memungkinkan untuk pemasangan TMD yang mensyaratkan jaringan online. (Hut)

BERITA REKOMENDASI