APBD Wonogiri Defisit Rp 215,8 M Lebih

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyebutkan,  APBD Perubahan daerahnya tahun 2017 mengalami defisit Rp 215.863.734.141,00. Hal ini karena rencana pendapatan daerah sebesar Rp 2.302.604.819.055,00 sementara angka belanja mencapai Rp 2.518.468.553.196,00.

Demikian antara lain diungkapkan Bupati Wonogiri saat menyampaikan Nota Keuangan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBD-P) Kabupaten Wonogiri tahun 2017 dalam sidang paripurna DRPD, Senin (4/9/2017) siang.
 
Ditambahkan, setelah dilakukan perhitungan pos pembiayaan neto daerah masih terjadi silpa tahun berjalan negatif atau defisit Rp 22 miliar. "Defisit anggaran supaya dilakukan perhitungan kembali dalam pembahasan rapat-rapat selanjutnya DPRD," tukas bupati di depan sidang paripurna yang dipimpin Ketua Dewan Setyo Sukarno.

Dalam pengantar Raperda APBD Perubahan tersebut bupati menyinggung masalah utama dalam belanja daerah lantaran ada penurunan income dari bagi hasil  dari tingkat provinsi. "Sehingga mengakibatkan terbatasnya dana guna membiayai program prioritas," tandasnya.

Dilaporkan bupati, pendapatan daerahnya tahun 2017 yang direncanakan Rp 2,12 triliun lebih bertambah sebesar Rp 172,7 miliar (atau naik 8,11 persen) sehingga total menjadi Rp 2,30 triliun lebih. Pun pendapatan aseli daerah (PAD) tahun ini direncanakan Rp 191.203.292.217,00 bertambah sebesar Rp 100.286.689.738,00 (naik 52,45 persen) atau menjadi Rp 291.489.981.955,00. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI