Api Masih Membara di PT DMST I Sragen

SRAGEN (KRjogja.com) – Kebakaran hebat di gudang penyimpanan benang dan kapas di pabrik tekstil PT Delta Merlin Sandang Tekstil (DMST) I Tunjungan Bumiaji Gondang Sragen, masih belum berhasil dipadamkan, Kamis (22/12/2016). Kobaran api dan kepulan asap masih terlihat  membakar sisa-sisa benang dan kapas yang tersimpan di gudang.

Petugas pemadam kebakaran kesulitan menjinakkan api mengingat banyaknya bahan baku kain yang menumpuk di gudang. Kondisi ini diperparah dengan sulitnya petugas pemadam kebakaran mencari sumber air.

Baca: Pabrik tekstil ini tiba-tiba terbakar

Kapolsek Gondang Sragen, AKP Yohanes Trisnanto mengatakan, pemadaman api diperkirakan membutuhkan waktu 3-4 hari. Padahal tidak kurang dari 13 mobil pemadam kebakaran se-Soloraya telah dikerahkan. "Jadi bahan baku yang tersimpan di gudang bentuknya gulungan benang dan kapas, sehingga sulit dipadamkan. Butuh waktu agak lama agar air meresap sampai bagian dalam gulungan," ujarnya.

Menurut Yohanes, pihaknya sampai saat ini belum bisa memastikan penyebab kebakaran serta total kerugian. Petugas masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah karyawan. Nantinya petugas Labfor juga akan melakukan penyelidkikan lebih mendalam untuk memastikan penyebab kebakaran.

Sementara, sejumlah buruh mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi begitu cepat. Tidak ada suara ledakan apapun, dan tiba-tiba api langsung berkobar disertai kepulan asap hitam pekat dari arah gudang seluas lima hektare tersebut. "Nggak ada ledakan atau suara apa-apa. Tahu-tahu api langsung muncul dan besar," ujar Suwanto, salah satu karyawan PT DMST.

Kendati pihak petugas pemadam kebakaran sempat menduga kebakaran disebabkan korsleting listrik, spekulasi lain soal pemicu kebakaran juga masih berkembang. Bahkan, spekulasi soal dugaan adanya sabotase juga sempat mencuat. Pasalnya, menurut otoritas internal pabrik, di gudang dermaga berisi 30.000 bal kapas dan benang impor itu tidak ada mesin maupun jaringan listrik.

"Korsleting darimana, di dalam gudang tidak ada mesin dan nggak ada aliran listrik. Kalau sabosate, mungkin saja. Tapi saya belum tahu pasti penyebabnya. Kalau dari puntung rokok tidak mungkin, karena area pabrik dilarang merokok," ujar General Manajer PT DMST I, Hendra Wangsa Sasmita alias Atek.

Menurut Atek, seluruh karyawan tetap masuk seperti biasa meski upaya pemadaman masih berlangsung. Toh yang terbakar adalah bagian gudang, dan tidak merambat ke bangunan lain. "Jumlah karyawan sekitar 4.000 orang dan tetap masuk. Kasihan kalau libur nanti karyawan makan apa," tambahnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI