APPKhI Sayangkan Solusi Ganjar Pranowo

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Mencermati penanganan video viral siswa Purworejo, Pengurus Pusat Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI) menyayangkan solusi yang ditawarkan Gubemur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan membujuk pihak keluarga siswa berkebutuhan khusus (korban perundungan) agar bersedia dipindahkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Sikap memindahkan siswa berkebutuhan khusus dari sekolah inklusi ke SLB bukan solusi yang tepat dan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan dan sekaligus dapat meruntuhkan nilai-nilai dasar pendidikan inklusif,” tandas Ketua Umum PP APPKhI, Prof Dr Munawir Yusuf di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (18/02/2020).

Menurutnya, perbuatan siswa melakukan perundungan terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi, perlu diberikan tindakan yang tegas dan seharusnya dicari akar permasalahannya. “Bukan siswa berkebutuhan khusus yang menjadi korban justru yang harus dikorbankan lagi melalui memindahkan sekolah ke SLB,” tambahnya.

Harus diakui SLB merupakan salah satu tempat pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus yang disediakan pemerintah maupun masyarakat. Namun siapapun tidak dibenarkan memindahkan siswa berkebutuhan khusus dari sekolah inklusi ke SLB sebagai akibat perundungan yang dialami siswa berkebutuhan khusus.

Kita seharusnya memberikan apresiasi tinggi terhadap sekolah-sekolah reguler yang bersedia menerima dan melayani anak berkebutuhan khusus melalui pendidikan inklusif. Sesuai perintah undang-undang sekolah inklusi harus dipenuhi kebutuhan dasarnya oleh pemerintah dan pemerintah daerah, sepeti ketersediaan guru pembimbing khusus, kemudian sarana prasarana khusus, dukungan pembiayaan khusus agar dapat mengelola dan mengembangkan pendidikan inklusif lebih bermutu. (Qom)

BERITA TERKAIT