Area Longsor Dibuat Terasering

KARANGANYAR, KRJOGJA.com  -Pembuatan terasering di lokasi bertebing di Dusun Dederan, Desa Nglegok, Kecamatan Ngargoyoso menjadi salah satu cara mencegah longsor susulan. Rumah penduduk di lokasi itu juga dapat dihuni lagi, namun bersyarat.

Kades Nglegok, Eko Wahyudi mengatakan dua keluarga berisi sembilan jiwa yang sebelumnya mengungsi, kini diperkenankan kembali ke rumahnya di Rt 02/Rw V. Rumah-rumah mereka dikosongkan sejak longsor menghantamnya pada Senin, 23 Desember 2019. Retakan menghancurkan dinding dan sebagian bangunan tepat di bibir tebing.
“Syaratnya, boleh kembali ke rumah, asalkan balik ke pengungsian saat hujan deras yang memicu pergerakan tanah,” katanya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah meneliti dan menyerahkan rekomendasi ke Pemda Karanganyar beberapa waktu lalu. Salah satu sarannya untuk membuat trap atau terasering di bagian rumah milik korban Ami Triyatmi yang terdampak longsor.
“Sarannya begitu, makanya kami segenap warga mengadakan kerja bakti pada Minggu kemarin (16/2). Trap-trapan diakali dengan karung berisi pasir. Nantinya akan berguna secara permanen,” ucapnya, Minggu (23/2).

Selain itu, Eko menyampaikan, tanah yang menutupi aliran sungai juga sudah digali. Hal ini bertujuan agar aliran yang menuju ke sungai lancar tanpa tersendat.
“Nantinya, akan membuat saluran air seperti selokan agar air sungai bisa dibelokkan dan tidak ada sendatan. Anggaran yang sudah disiapkan kira-kira sebanyak Rp 50 juta dan akan mulai dibangun pada April 2020,” tandasnya.

Dikatakan, sebelum memutuskan menggunakan dana desa Rp 50 juta yang digunakan untuk membuat saluran air, dirinya mengaku sudah berkoordinasi kepada Rt dan Rw setempat.

“Sebelumnya sudah saya koordinasikan, Rt dan Rw setuju karena tanah di Desa Nglegok rawan longsor dan labil. Maka kami setuju untuk mencegah adanya potensi longsor,” tandasnya.
Ssmentara itu Ami mengatakan keluarganya diberi bantuan modal rehab runah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebanyak Rp 12 Juta. Bantuan tersebut rencananya akan digunakan untuk membuat dapur dan kamar mandi.

“Alhamdulillah sudah dapat bantuan dari Baznas. Nantinya Rp 10 juta digunakan untuk membangun dapur. Sementara Rp 2 juta digunakan untuk membuat jamban/wc,” tuturnya.
Dikatakan Ami, pemerintah desa juga akan menganggarkan dana sebesar Rp 10 juta untuk membantu merenovasi rumahnya.

“Katanya sih Maret dana itu diserahkan. Untuk saat ini masih belum cair kabarnya,” tuturnya. (Lim)

BERITA TERKAIT