Arisan Online ‘Aleghoz’ Tipu Puluhan Member, Admin Diburu Polisi

Editor: Agus Sigit

SRAGEN, KRjogja.com – Kasus dugaan penggelapan arisan online ‘Aleghoz’ di Kabupaten Sragen terus diselidiki aparat kepolisian setempat. Terduga pelaku penggelapan arisan dengan kerugian mencapai Rp 4 miliar secepatnya akan dipanggil.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi kepada wartawan, Rabu (25/8) mengatakan, sejauh ini sudah ada empat korban arisan yang resmi melapor. Keempat korban yang melapor ke Polres Sragen itu seluruhnya mengeluhkan uang investasi mereka yang tidak kunjung cair. Para korban mengklaim total kerugian mencapai Rp 4 miliar dari sekitar 50 member yang menjadi korban. “Baru empat korban yang lapor. Hari ini kita akan laksanakan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi,” ujar Ardi.

Ardi menyebut, modus arisan online maupun fiktif memang marak terjadi akhir-akhir ini. Diduga para pelaku menggunakan momentum pandemi dimana banyak orang mengalami kesulitan ekonomi sehingga mudah diiming-iming keuntungan. “Jadi untuk arisan fiktif juga terjadi di beberapa wilayah lainnya dengan memanfaatkan situasi psikologis masyarakat di tengah pandemi yang secara ekonomi serba sulit. Sehingga dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa, tentunya akan menjebak para korban untuk akhirnya mengikuti arisan,” jelasnya.

Sementara ditemui secara terpisah, salah satu member arisan Aleghoz, Etik Purwanti (32) mengaku terpaksa melapor karena upayanya untuk meminta uangnya kembali tidak kunjung dipenuhi oleh admin arisan online. Etik mengatakan, dirinya menderita kerugian hingga Rp 160 juta rupiah. “Saya gabung (arisan) Juni, sampai sekarang tidak ada yang keluar sama sekali uang saya. Kalau ditotal jumlah kerugian sekitar Rp 4 miliar dari sekitar 50-an member. Kalau saya pribadi sekitar Rp 160 juta,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI