Asean Para Games Filipina Mundur, Indonesia Tak Masalah

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Seluruh pelatih cabang olahraga yang akan bertanding di Asean Para Games (APG) Filipina langsung dikumpulkan dan diminta menyusun program baru menyusul adanya keputusan mendadak penundaan jadwal dari Januari menjadi Maret 2020. Penundaan dilakukan karena tuan rumah belum siap dari segi pendanaan.

"Bagi Indonesia mundurnya jadwal tidak ada masalah. Kita tetap semangat bersiap diri menjadi yang terbaik yakni mempertahankan juara umum," tandas Senny Marbun, Presiden NPCI didampongi wakil Sekjen Rima Ferdianto dihadapan para pelatih di kantor NPCI Solo, Sabtu (21/11).

Molornya Pelatnas sampai tiga bulan menjadi tugas pelatih untuk menyusun program agar para atlet tidak jenuh. Karena performa atlet sudah dirancang pada akhir Januari mencapai puncaknya. "Kalau tiba-tiba ada perubahan jadwal, mereka harus ditata ulang agar peak performanya tetap terjaga."

Pelatih atletik, Slamet Widodo membenarkan adanya penundaan jadwal APG menjadi Maret tidak ada masalah. "Kami harus menyesuaian dengan cara merobah program untuk menggeser puncak prestasi atlet dari minggu ketiga Januari menjadi tsnggal 20 Maret. Ptaktis harus ada persiapan khusus," katanya.

Atletik akan melakukan ujicoba internal. Uji tanding tetap dibutuhkan untuk mengasah mental sekaligus memberikan iklim bertanding yang memadahi. Hal yang sama akan dilakukan 15 cabang olahraga yang akan tampil di Filipina.

Menjawab pertanyaan wartawan penundaan jadwal APG dinilai bukan sebagai bentuk teror. Kontingen Indonesia menghadapi biasa saja. Apalagi pemerintah siap membackup pendanaan molornya Pelatnas. (Qom)
 
Senny Marbun memberikan arahan kepada para pelatih

 

BERITA REKOMENDASI