Astrid S Suntani, Figur Wanita Internasional Calon Penantang Gibran

Menurut Astrid tema besar yang bakal diwujudkan bila berhasil menjadi Walikota Solo periode 2020 – 2025 adalah mewujudkan kota Solo sebagai Pusat Etika Timur untuk Dunia International. “Saya bawa Kota Solo “go International”, menjadikan warga Solo sebagai pelopor kelahiran Peradaban Baru Satu Keluarga Bumi, yang ramah, santun, beradab dan beretika.

Menurut Astrid dirinya membawa nilai nilai baru tentang Etika Timur. “Karena Kota Solo adalah Pusat Budaya Jawa maka fokus dijadikan kota Solo sebagai Pusat Etika Timur untuk dunia internasional. Bagi semua umat manusia di seluruh penjuru dunia, jika mau tahu dan belajar Etika Timur, datanglah ke Kota Solo. Dari sini warga dunia pasti berbondong bondong datang ke Kota Solo untuk belajar Etika. Solo menjadi destinasi dunia, sehingga warga Solo dapat devisa besar, dapat penghasilan besar dari seluruh penjuru dunia.”paparnya.

Menurut perempuan berdarah asli Jawa (Ibunda Sarinem berasal dari Kulonprogo DIY sedang ayahnya Subagyo berasal dari Sukoharjo), mengatakan politik adalah sebuah wahana yang bisa memberikan dampak perubahan yang begitu besar, massif dan berkesinambungan. ” Tinggal apakah perubahan itu mengarah ke hal yang positif atau negatif. Karenanya jika ingin melakukan perubahan dan perbaikan yang lebih besar harus dengan jalan politik dan tangan kekuasaan, dibanding dengan upaya perbaikan perorangan di luar jalur politik. Karena itu saya tertarik untuk melakukan perbaikan lewat jalur politik,” paparnya.

Madame Astrid yang bersuamikan
Presiden the World Peace Committee 202 Negara, HE Mr Djuyoto Suntani mengaku memiliki jaringan baik sosial, politik baik di tingkat lokal Solo, regional Jawa Tengah, nasional hingga tingkat internasional. “Jadi kami siap bila disandingkan atau ditandingkan dengan putra presiden RI, Gibran,” paparnya.

Menyinggung tentang wakil walikota yang akan mendampingi, Astrid mengakui masih menimbang dari sedikitnya lima orang kandidat wakil walikota dari beragam latar belakang ,ada dari kalangan ulama,
pengusaha, hingga politikus lokal Solo.(Hwa)

BERITA REKOMENDASI