Asyiknya, ‘Pit-Pitan’ di Jalan Tol

SOLO, KRJOGJA.com – Sekitar 2.500 pesepeda menyusuri jalan tol Solo – Ngawi yang bakal diresmikan penggunaannya Maret 2018 mendatang. 

"Menjelang peresmian, dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat di Solo Raya dalam bentuk  kegiatan bersepeda bertajuk Pit pitan Ing Dalam Tol Solo-Ngawi, Minggu (4/2/2018)."ujar pengelola ruas  jalan tol Solo – Ngawi, Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya (SNJ), David Wijayatno.

David menjelaskan sosialisasi ini tidak hanya soal keberadaan jalan tol saja. Tetapi juga untuk cara pembayarannya atau transaksi. Nantinya, jalan tol Solo – Kertosono  ini sudah menerapkan sistem pembayaran non tunai. Karena itu, para pengguna jalan tol ini diharuskan sudah mempunyai uang elektronik atau kartu untuk membayar masuk tol. 

"Sejak awal beroperasi nanti tol Soker hanya melayani transaksi non tunai, sehingga kami ini juga menyosialisasikan sistem itu. Supaya masyarakat mulai menyiapkan dari sekarang," katanya. 

Meski begitu, David menambahkan, saat awal operasional nanti pihaknya tetap akan menyiapkan sejumlah petugas di gerbang tol. Petugas ini juga melibatkan dari sejumlah bank yang bisa menyiapkan uang elektronik atau non tunai. Dengan begitu, masyarakat yang saat ini belum memiliki uang elektronik bisa mendapatkannya di gerbang masuk. Tidak hanya uang elektronik saja, tetapi nantinya petugas yang disiagakan juga akan melayani top up. 

"Dengan begitu, nanti masyarakat bisa mengantisipasi kekurangan uang elektronik saat masuk dan keluar tol. Jangan sampai bisa masuk tapi tidak bisa keluar karena uang elektroniknya kurang," tandas David. 

Ditambahkan, pihak pengelola tol, PT SNJ (Solo Ngawi Jaya) kini masih menambah tiga pintu masuk tol dari lima pintu tol yang telah ada saat ini. Tiga pintu tol tersebut berada di Kawasan Bandara Adi Soemarmo, Kawasan Jalan Purwodadi-Solo dan Kawasan Sragen tepatnya di Kecamatan Sambungmacan.

"Sebelumnya sudah ada  lima pintu tol yang telah ada saat ini, yakni pintu tol Ngasem, Klodran, Karanganyar, Sragen dan Ngawi. Dengan adanya delapan pintu tol maka masyarakat yang berdatangan dari berbagai arah seperti pintu masuk Ngasem yang bisa digunakan oleh pemakai jalan dari arah Semarang dan Salatiga," tandas David.

Selain itu, kata David pintu masuk Klodran yang bisa diakses pemakai jalan dari arah Yogyakarta dan Solo. Juga  pintu keluar Pungkruk untuk pemakai jalan dari arah Sragen dan Gemolong. Serta pemakai jalan  dari arah Ngawi dan Magetan bisa mengakses pintu keluar Widodaren serta Sambungmacan dan pemakai jalan dari arah Madiun dan Nganjuk bisa menggunakan pintu keluar Ngawi. (Hwa)
 

BERITA REKOMENDASI