Awali Kampanye di Solo, Ganjar Cicipi Kuliner Soto Pasar Gedhe

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengawali serangkaian kampanye di Kota Solo sepanjang Jumat (23/3) dengan sarapan soto di salah satu lapak Pasar Gedhe. Dengan bergaya ala host kuliner hampir seluruh makanan yang tersaji di meja sederhana, dia promosikan satu per satu, sembari menyebutkan cita rasa yang enak dan tak kalah dengan menu di rumah makan mewah.

"Ini Soto Bu Harini asli Pasar Gedhe yang sejak dulu terkenal dengan cita rasa lezat," ujarnya di sela menyantap soto, di Pasar Gedhe, Jumat (23/3). Lalu dia mengangkat piring berisi babat goreng yang disebutnya cocok sebagai teman menyantap soto. Banyak orang menyebutnya dengan istilah anduk, namun memiliki cita rasa khas dan enak. Selain sarapan soto, Cagub petahana yang berpasangan dengan Taj Yasin ini juga mencicipi dawet Pasar Gedhe yang sejak dulu terkenal bercita rasa gurih dan enak.

Sebelumnya, Ganjar berkeliling Pasar Gedhe sekadar menyapa para pedagang dan konsumen. Selama berkeliling pasar, dia nyaris tak menyinggung soal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub), sebaliknya obrolan santai lebih mengarah pada aktivitas keseharian komunitas pasar. Pasar tradisional yang menjadi kekuatan ekonomi rakyat, menurutnya, mesti dikembangkan, tak saja pada fisik bangunan pasar, tetapi juga pendampingan manajemen.

Menjawab pertanyaan wartawan selama menemui berbagai komunitas di wilayah Solo Raya dua hari belakangan, Ganjar mengaku, memang lebih banyak mendengarkan berbagai hal yang dihadapi masing-masing komunitas, ketimbang menyampaikan program, terlebih janji-janji kampanye. "Apa yang disampaikan komunitas-komunitas tersebut, menjadi masukan sangat berarti, bahkan beberapa diantaranya menjadi sumber inspirasi membangun Jawa Tengah ke depan," ujarnya.

Seperti halnya ketika bertemu dengan komunitas kopi, Kamis (22/3) malam, muncul gagasan menggenjot komoditas kopi sebagai industri kreatif. Dalam beberapa tahun terakhir, kopi tak sekadar minuman, namun juga menyiratkan gaya hidup melalui teknik pengolahan serta penyeduhan yang sangat beragam. Kreativitas teknik mengolah dan menyeduh kopi yang rata-rata digawangi kaum muda, menurutnya memberikan nilai tambah luar biasa selain pula mengatrol nilai ekonomis kopi.

Karenanya, dia mengajak kalangan pelaku usaha warung kopi, lebih kreatif menata tempat usaha masing-masing, serta mengembangkan kreativitas mulai dari pengolahan hingga penyajian ke meja konsumen. Sangat menarik, jika warung kopi didesain bukan saja sebagai ajang nongkrong, tetapi juga arena kaum muda berdiskusi dan berkreasi. "Dengan begitu, kedai kopi bisa menjadi semacam 'co-working space', kemudian kopi itu sendiri menjadi 'meeting point' antar komunitas," jelasnya. (Hut)

BERITA REKOMENDASI