Awali Sensus Penduduk, BPS Data Keluarga Bupati

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar mengawali sensus penduduk dengan mendata anggota keluarga Bupati Karanganyar, Juliyatmono di Dusun Pokoh, Desa Ngijo, Tasikmadu.

Kepala BPS Karanganyar, Dewi Tri Rahayuni mengatakan pendataan kependudukan di tempat tinggal Bupati merupakan awal dimulainya sensus penduduk di Kabupaten Karanganyar. Nantinya petugas akan mendatangi dan mencari rumah-rumah warga untuk pemutakhiran data.

“Semoga seluruh penduduk Karanganyar tercatat semua. Apalagi metode sensus penduduk tahun ini secara offline atau cacah jiwa dan online,” katanya.

Dia menyampaikan akan menerapkan metode kombinasi, yakni secara online dan mandiri melalui situs sensus BPS, serta metode tradisional. Untuk sensus online akan berbasis Nomor KTP dan Kartu Keluarga, serta dapat dilakukan secara mandiri baik menggunakan ponsel pintar, tablet, maupun komputer desktop. Sedangkan untuk metode tradisional dilakukan pada daerah-daerah yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi.

Sensus Penduduk 2020 merupakan agenda besar yang dilakukan BPS. Tujuannya menyediakan data jumnlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia. Dalam Sensus Penduduk tahun 2020 ini merupakan sensus penduduk yang ke – 7 dari pelaksanaannya, hal ini merupakan transisi menuju sensus penduduk berbasis data registrasi sesuai apa yang direkomendasikan PBB. Salah satu tahapan SP 2020 adalah pelaksanaan sensus online yang dilaksanakan pada 15 Februari sampai 31 Maret 2020.

Sementara itu dalam kunjungannya di rumah pribadi Juliyatmono, ia diterima hangat bupati dan istrinya Siti Khomsiyah. Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap dengan adanya Sensus Penduduk yang dilakukan dengan cara online dan manual, sudah dapat melihat jumlah penduduk yang ada di Karanganyar pada pertengahan tahun ini. “Kami akan merapikan data penduduk dengan sistem data online, sehingga pada saatnya nanti bisa melihat pergerakan penduduk. Hari ini berapa yang meninggal, berapa yang lahir, berapa yang mutasi,” ujarnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI