Awasi Gejolak Harga, Bupati Gandeng Saber Pungli

Editor: Ivan Aditya

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengisyaratkan Tim Saber Pungli Kabupaten Wonogiri agar aktif mewaspadai kemungkinan ada pelanggaran HET (harga eceran tertinggi) sejumlah komoditas yang telah ditetapkan pemerintah. Soalnya, jika ada pelaku usaha selama ramadan hingga lebaran nanti menaikkan harga sembako seenaknya hal itu tergolong pungutan liar (pungli).

Hal tersebut diungkapkan bupati saat memimpin Rakor Ekonomi, Keuangan, lndustri dan Perdagangan (Ekeuinda) dalam rangka ldul Fitri 1438 H di Ruang Kahyangan Setda Wonogiri, Selasa (30/05/2017). Rakor persiapan Lebaran 2017 ini cukup istimewa karena melibatkan Bulog, Kepala OPD, Kapolsek, Danramil maupun camat se Wonogiri.

Menurut Bupati Joko, komuditas sembako yang diatur pemerintah dengan HET tidak boleh ada kenaikan harga. Jika ada yang melanggar ketentuan maka hal ini bisa diusut Tim Saber Pungli. "Agar stok cukup atau aman saya minta Diskopperindag UMKM kerjasama dengan pihak ketiga (distributor) menyediakan sembako sehingga tidak ada kenaikan (harga)," tandas bupati.

Dalam Rakor Ekueinda Idul Fitri 1438 H yang juga dihadiri Wakil Bupati Edy Santosa SH MH, Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora SIK MH, bupati sempat mengikuti paparan persiapan Lebaran yang disampaikan Kepala DPUK, Kepala Dishub, Plt Kepala DKK serta Kadiskopperindag UMKM Wonogiri. Bupati Joko minta, jajaran Dishub segera memasang marka jalan dan rambu lalin menyusul selesainya pembangunan jalan baru.

Hal ini, dibutuhkan para perantau yang mudik lebaran di kampung halaman Wonogiri. "Kita harus siap menyambut warga kita yang konon lebih dari 25 persen penduduk Wonogiri hidup merantau (boro)," lanjut bupati. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI